10 Fakta Hubungan Stres, Gemuk, dan Kesuburan

Stres, gemuk dan kesuburan

Calon ibu, stres, gemuk dan kesuburan adalah hal yang harus diperhatikan selama merencanakan kehamilan.

Baik stres dan gemuk termasuk ke dalam gaya hidup yang kurang sehat.

Bahkan tanpa Anda sadari, stres dan kegemukan bisa saling mempengaruhi satu sama lain sebelum akhirnya berdampak pada kesuburan.

Dengan kaitannya pada organ reproduksi, stres dan gemuk (obesitas) mampu meningkatkan kadar gula dalam darah.

Hingga pada ujungnya, hormon reproduksi Andalah yang diganggu.

Yuk, ketahui fakta-fakta hubungan antara stres, gemuk dan kesuburan berikut!

1. Emotional eating karena stres menyebabkan Anda mengalami kegemukan

Meningkatnya kortisol dan hormon stres tak hanya membuat jantung berdetak lebih cepat.

Aliran darah pun lebih kencang….

Namun, ini juga membuat keinginan menyemil makanan tak sehat lebih tinggi.

Misalnya makanan yang rasanya asin dan gurih.

Anda pun terdorong makan terus dan terus.

2. Stres menyebabkan metabolisme tubuh melambat

stres menurunkan metabolismePernahkah Anda merasakan, stres dan berat badan justru meningkat saat porsi makan Anda segitu-gitu saja?

Ya, ini bisa terjadi kalau kortisol terlalu banyak. Efeknya, metabolisme tubuh menjadi melambat.

3. Stres membuat Anda malas olahraga

Tak bisa dielakkan lagi kalau stres membuat Anda enggan melakukan apa saja.

Hal-hal yang sebelumnya selalu Anda gemari, bahkan terasa kurang menarik untuk dilakukan.

Anda malas olahraga dan juga malas memasak sendiri.

Dalam keadaan seperti ini, praktis Anda hanya ingin memesan makanan cepat saji.

Jadi, wajar bukan jika berat badan Anda meningkat?

4. Stres menyebabkan timbunan lemak

Stres terus menerus akan membuat tubuh rentan menyimpan cadangan lemak.

Cadangan lemak tersebut terkonsentrasi pada area perut.

Padahal kehadiran lemak di area tersebut, bersifat labil. Ia mudah masuk ke dalam aliran darah.

Jika sudah begitu, resiko penyakit jantung akan meningkat.

Di sisi lain, tumpukan lemak di wilayah perut sudah pasti tak enak dilihat mata.

5. Gizi tak seimbang menyebabkan stres

Saat Anda kurang makan atau makan dengan gizi yang tak seimbang,

kadar gula dalam darah akan naik turun dengan sangat drastis.

Biasanya ini gara-gara Anda makan terlalu banyak kandungan gula, kurang protein, dan kekurangan serat.

Mood pun akan ikutan naik dan turun. Anda juga akan merasa kelelahan dan kurang fokus.

Jika ini dibiarkan hingga jangka yang amat panjang, resiko hiperglikemia juga akan menimpa.

6. Efek samping kafein memicu stres

efek samping kafeinBiasanya, orang minum kopi untuk menghilangkan rasa kantuk serta lancar berkonsentrasi.

Tapi, kebanyakan kafein justru menimbulkan efek sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, dan kadar kortisol yang meningkat di darah.

Nah, kalau Anda kurang tidur karena terlalu banyak mengkonsumsi kafein, mood Anda labil.

Ujung-ujungnya, stres datang karena waktu tidur Anda tidak mencukupi.

Bahkan, fungsi reproduksi juga terganggu untuk kehamilan.

7. Diet ketat membuat imunitas tubuh turun

Mengurangi porsi makan Anda boleh saja.

Tapi ingat, ada kebutuhan nutrisi yang perlu diseimbangkan!

Diet yang terlalu ketat cenderung menimbulkan efek yoyo. Maksudnya, berat badan akan turun dengan begitu cepatnya.

Namun setelah itu, ia akan naik kembali dengan cepat juga. Di samping itu, ketahanan tubuh mudah menurun.

Kalau efek yoyo sudah terjadi, mood bisa berantakan.

Stres pun akan mendera dan Anda tidak bisa menahannya.

Bahkan, badan juga sakit-sakitan karena daya tahan tubuh rendah. Mengerikan bukan?

8. Susu dapat mengendalikan stres

Susu kaya kalsium. Kalsium sendiri bermanfaat untuk transmisi syaraf dan membuat tubuh rileks.

Susu juga mengandung potasium, yang khasiatnya membuat tubuh tak mudah lelah dan berujung stres.

Ahli nutrisi bernama Michael Catalano (juga penulis buku “The Good Mood Diet“) mengatakan, perasaan senang tercipta dengan memberi makanan bagi otak.

Ia menyarankan tiga porsi makanan yang berbahan dasar susu yang kaya trytophan (sejenis asam amino).

Zat ini dapat meningkatkan serotonin.

Serotonin sendiri dapat menimbulkan rasa senang di otak.

9. Cokelat bisa mengatasi stres dan merangsang gairah seksual selama kadarnya tepat

cokelatCokelat mengandung banyak magnesium, yang mana membuat seseorang lebih tenang saat ada di bawah tekanan.

Ia juga dipercaya berfungsi sebagai aprodisiak atau makanan pembangkit gairah seksual.

Namun, jangan berlebihan ya mengkonsumsinya!

Cokelat juga mengandung theobromine, yang dapat menstimulasi otak serupa kafein.

Kalau berlebihan, Anda bisa gelisah dan tidak bisa tidur.

10. Sayur mayur, buah, dan nutrisi lain baik cegah stres dan juga meningkatkan kesuburan

Makanan dengan zat besi, vitamin B5 (panthontenic acid), dan asam lemak omega 3 baik untuk kesuburan serta menghindari stres.

Zat besi didapat dari:

  • Daging merah
  • Roti whole grain, dan
  • Sayuran hijau.

Vitamin B5 bersumber dari:

  • Sayuran hijau
  • Daging merah
  • Ikan
  • Kacang-kacangan, dan
  • Dandelion

Asam lemak omega 3 berasal dar:

  • Salmon
  • Telur
  • Minyak goreng, dan
  • Sarden.

Nah, calon ibu! Sekarang sudah lebih paham bukan tentang hubungan antara stres, gemuk dan kesuburan?

Mulai sekarang, biasakan jauhi stres dan cukupi makanan bergizi untuk fungsi reproduksi yang baik ya!