6 Hal yang Harus Dipahami Jika Mengalami Gejala Infeksi Menular Seksual

6 Hal yang Harus Dipahami Jika Mengalami Gejala Infeksi Menular SeksualMengalami infeksi menular seksual memang tidak mengenakkan. Penyakit ini dapat menyerang kesuburan dan membuat Anda infertil. Impian Anda dan suami memiliki momongan bisa hancur berantakan gara-gara masalah ini.

Oleh karenanya, mengenali gejala-gejala infeksi menular seksual sangatlah penting. Langkah-langkah pengenalan ini setidaknya dapat menjadi usaha preventif sebelum Anda tertular. Jika gejala seperti perdarahan, nyeri saat berhubungan seksual, dan rasa panas pada bagian alat kelamin terjadi, mungkin inilah pertanda awalnya.

Tapi Anda jangan keburu panik dan sedih menghadapi gejala tersebut. Tetap tenangkan pikiran Anda dan gunakan logika. 6 hal berikut ini perlu Anda pahami jika Anda menemukan gejala yang mirip infeksi menular seksual.

1. Kenali benar-benar tonjolan pada area kelamin

Kutil (seperti pada gejala human papilloma virus), radang folikel, iritasi usai bercukur, dan jerawat di area sekitar kelamin dapat menimbulkan tonjolan yang cukup mengganggu. Tonjolan pada setiap penderita infeksi menular seksual pun bisa sangat beragam dan berbeda-beda. Kadang ada yang terasa sakit, ada pula yang tak terlihat oleh mata.

Cobalah menghubungi dokter Anda dan tetap tenang. Tonjolan ini mungkin tidak enak dilihat dan terasa kurang nyaman jika tersentuh. Tapi, bisa jadi tonjolan ini bukanlah sesuatu yang berbahaya dan mungkin bukan merupakan gejala infeksi menular seksual.

2. Periksa organ intim Anda dengan seksama

Awalnya, Anda mungkin akan merasa takut, jijik, dan canggung memeriksa organ intim Anda sendiri. Anda tidak terbiasa memeriksa terlalu detil dan takut melukainya. Tapi, percayalah kalau kegiatan ini bakal jadi rutinitas kalau Anda percaya gejala infeksi menular seksual menghampiri Anda.

Prosedurnya sendiri tidak sulit dan cuma perlu waktu 5 menit. Siapkan kaca dan senter. Sinari organ intim Anda dan taruh kaca di bawahnya supaya Anda bisa melihat keadaan di dalamnya. Amat penting untuk mengetahui kondisi normal vagina Anda sehingga kalau ada gejala yang mencurigakan, Anda akan cepat-cepat menyadarinya.

3. Tenang dulu! Belum tentu Anda positif terinfeksi

Apapun yang mengganggu keseimbangan hubungan seksual dan menstruasi Anda, dapat mengakibatkan bacterial vaginosis (BV). Gejala BV ini begitu mirip dengan gejala infeksi menular seksual trikomoniasis. Ia ditandai dengan cairan keputihan, bau amis, rasa terbakar pada area kelamin. Bedanya, BV ini tidak menular dan tidak ada bahayanya.

Tapi kalau gejala BV ini dibiarkan begitu saja, imunitas tubuh Anda dapat menurun, apalagi dalam menghadapi infeksi menular seksual. Satu-satunya jalan adalah periksakan diri Anda pada dokter dan dapatkan pengobatan untuk BV Anda.

4. Jangan malu memeriksakan diri ke dokter

Tidak sedikit wanita yang merasa malu untuk memeriksakan gejala infeksi menular seksualnya pada dokter. Malu karena dokternya pria, malu karena tidak ingin masalahnya diketahui orang lain, malu karena tidak ingin mendapat citra wanita yang buruk, atau merasa sang dokter akan jijik menangani permasalahan pada alat kelamin Anda.

Mulai sekarang, hapuslah pikiran negatif Anda tadi! Segala permasalahan Anda pasti aman oleh dokter. Kalau merasa tidak yakin dengan keakraban dan kepercayaan, Anda bahkan bisa memintanya untuk tak bercerita pada orang lain. Di samping itu, dokter juga sudah dilatih untuk bersikap profesional. Ia tak akan jijik menangani permasalahan Anda dan tetap berlaku sopan meskipun dia adalah pria.

Jika Anda merasa tidak nyaman pada dokter tersebut atau bahkan si dokter yang merasa jijik, sah-sah saja bagi Anda untuk mencari dokter yang lainnya. Pastikan dokter yang baru ini memiliki testimoni pelayanan dan pengobatan yang baik dari para pelanggannya.

5. Mintalah pemeriksaan infeksi menular seksual

Ketika Anda menemui dokter, jangan buru-buru berasumsi kalau Anda akan menjalani konsultasi, pap smear, dan langsung melaksanakan tes infeksi menular seksual. Beberapa klinik barangkali punya tahapan berbeda-beda dalam hal ini. Karenanya, sebelum dokter menawarkan, Anda berhak kok untuk meminta tes infeksi menular seksual lebih dahulu.

6. Tidak ada kata terlambat untuk pemeriksaan infeksi menular seksual

Jika sebelumnya dokter mendiagnosis Anda positif terkena infeksi menular seksual, jangan sekonyong-konyong mengatakan pemeriksaan ini terlambat karena telanjur mengidapnya. Sesungguhnya, kata terlambat itu tidak ada demi menghindari gejala yang lebih parah lagi.

Jika dokter mengatakan Anda memang positif terkena infeksi menular seksual, jangan kira tak memerlukan tes lagi. Ini salah besar. Misalnya sudah terkena salah satu infeksi, Anda masih mungkin terkena jenis infeksi menular seksual yang lainnya. Apalagi jika Anda punya luka terbuka, infeksi menular seksual akan menjadi lebih mudah menjangkiti karena luka terbuka menjadi jalan masuk infeksi ke dalam tubuh.

Demikianlah 6 hal yang harus Anda pahami jika Anda tiba-tiba menemukan gejala yang mirip infeksi menular seksual. Ternyata, tidak semua gejalanya identik dengan penyakit itu sendiri bukan?

Agar terhindar dari penyakit yang berbahaya bagi kesuburan ini, pastikan Anda tetap setia pada pasangan. Jangan melakukan hubungan seksual dengan cara berganti-ganti pasangan karena peluang infeksi akan semakin besar. Terbukalah mengenai riwayat seksual masing-masing. Jika ingin info lebih rinci, jangan ragu menemui dokter Anda dan lakukan konsultasi demi kesuburan yang tetap terjaga prima.