8 Cara Pulihkan Trauma Pasca Keguguran

Trauma pasca keguguran - via allwomens.ru

Trauma pasca keguguran – via allwomens.ru

Hati wanita mana yang tidak sedih ketika dirundung keguguran? Mulai dari menangis, ingin menyendiri, marah, hingga merasakan trauma pasca keguguran adalah hal yang wajar ditemui. Mereka juga perlu waktu yang cukup lama untuk mengembalikan kondisi agar stabil.

Setelah kondisi mereka stabil, bukan berarti masalah berakhir. Tak serta merta wanita tersebut siap merencanakan kehamilan kembali. Trauma hamil membuat mereka takut merasakan sakit dan gagal lagi memiliki momongan. Lalu, cara apakah yang harus dilakukan untuk memulihkan trauma pasca keguguran?

1. Bersikap Ikhlas

Sadarilah kalau keguguran Anda sudah terjadi. Merasakan kesedihan memang wajar, apalagi Anda telah banyak berkorban demi kehamilan tersebut. Namun, berlarut-larut sedih tidak akan memulihkan keadaan. Bersikap ikhlas dan legawa adalah langkah pertama yang harus Anda lakoni. Jika pikiran Anda sudah ikhlas, memulihkan kesehatan (termasuk kesuburan) bisa dijalani dengan lancar.

2. Saling Mendukung dan Menyemangati dengan Suami

Peran suami juga urgen dalam pemulihan trauma pasca keguguran. Baik itu secara fisik dan psikologis. Saat mengalami keguguran, pasti suami Anda pun ikut terpukul. Karenanya, pasca keguguran penting bagi Anda dan suami berkomitmen saling mendukung dan menyemangati.

Sebaliknya, jangan saling menyalahkan atas musibah yang menimpa. Keguguran bukanlah salah istri atau suami. Percaya saja kalau Tuhan memberikan hikmah tertentu dari musibah ini. Bangunlah kepercayaan diri dan perasaan bahagia dengan piknik bersama atau kencan. Niscaya, hati lebih kuat dan cinta pun bertumbuh lebih dahsyat.

3. Jangan Malu dan Berbagilah dengan Keluarga

Beberapa wanita kadang merasa malu pasca keguguran. Ini karena anggapan negatif terhadap diri sendiri kalau mereka gagal sebagai wanita. Kemudian mereka menutup diri terhadap keluarga dan kawan-kawan. Mereka juga takut dikomentari atau dinilai oleh orang lain, apalagi oleh orang yang tidak merasakan problemnya.

Hal seperti itu jangan sampai menimpa Anda, ya! Lebih baik Anda bersikap terbuka terhadap keluarga dan teman-teman terdekat. Berbagilah dengan mereka. Selain bisa menjadi pembelajaran untuk orang lain, siapa tahu Anda mendapatkan saran positif dari yang berpengalaman? Percayalah! Pencerahan semacam ini sangat menguatkan dan menghilangkan trauma pada wanita yang mengalami keguguran.

4. Lakukan Kegiatan yang Menyenangkan dan Membuat Pikiran Tenang

Yoga, jalan sehat, dan berbagai jenis olahraga ringan adalah pilihan kegiatan yang cocok pasca keguguran. Selain menyehatkan dan membuat tubuh bugar, kegiatan ini juga menyenangkan. Selagi berolahraga, Anda bisa berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang baru. Pikiran Anda juga teralihkan dari ingatan akan keguguran.

Alternatif lainnya adalah menonton film, mendengarkan musik, atau memasak. Lakukan apa saja yang merupakan hal baru dan membuahkan hasil tertentu. Tapi ingat! Ambillah kegiatan yang ringan karena Anda masih harus mengembalikan fungsi hormon ke kadar yang normal.

5. Carilah Teman-Teman yang Senasib

Maksud teman senasib di sini adalah mencari komunitas pertemanan yang sama-sama memiliki riwayat keguguran. Kelihatannya, susah mencari teman yang seperti ini. Apalagi keguguran adalah kasus kehamilan yang kurang layak dibanggakan.

Tapi tidak usah berkecil hati! Begitu banyak komunitas atau forum online bertebaran di dunia maya. Mereka tidak segan membagikan kisah sukses dan masalahnya di sana. Anda juga bebas menanyakan macam-macam hal terkait kasus keguguran. Sudah pasti Anda tidak akan merasa sendirian lagi dan menemui pencerahan.

6. Konseling ke Psikiater atau Psikolog

Jika Anda dan suami merasa perlu, melakukan konseling pada konselor sah-sah saja dilakukan. Apalagi jika telah banyak usaha dilakukan tanpa hasil. Tidak baik membiarkan kesedihan, apalagi jika disertai ketegangan antara suami istri. Konselor akan membantu Anda dan pasangan untuk menangani masalah yang timbul akibat keguguran seefektif mungkin.

7. Waspadai Potensi Masalah Kesuburan Pasca Keguguran

Tidak dipungkiri bahwa keguguran adalah dampak dari masalah kesuburan. Salah satu masalah yang mengakibatkan keguguran adalah sindrom ovarium polikistik. Anda tentu tidak ingin masalah kesuburan mengakibatkan keguguran yang kedua kalinya, bukan? Karenanya, Anda wajib mewaspadai dan memperluas wawasan akan masalah kesuburan.

Selain itu, pasangan yang hubungannya terganggu pasca keguguran biasanya ragu dan takut hamil lagi. Gara-garanya, berhubungan seksual kerap dihindari. Biasanya, ini dilatarbelakangi oleh belum hilangnya bayangan rasa sakit pasca keguguran. Jika Anda tidak cepat menyadari masalah ini, tahun demi tahun akan habis tanpa momongan.

8. Kembalikan Rasa Nyaman dengan Suami

Mengembalikan rasa nyaman bertujuan agar hasrat seksual Anda dan pasangan bisa tumbuh kembali. Di awal-awal masa pasca keguguran, tidak perlu memaksakan diri untuk berhubungan seksual. Toh, masih ada masa pemulihan sekitar 2-3 bulan yang berlangsung. Wajar pula jika Anda belum merasa siap.

Pengertian dari suami akan hal ini pun penting. Mintalah suami untuk menunggu hingga pemulihan usai. Pererat komunikasi, segarkan hubungan dengan hal-hal baru, serta lakukan kejutan dan romantisme-romantisme kecil.

Tak dapat dipungkiri, trauma pasca keguguran adalah beban psikis yang berpengaruh pada tubuh atau fisik. Jika Anda terus-menerus dihantui pikiran negatif, bagaimana mungkin hamil lagi? Berpikir positiflah setiap saat. Ambil hikmahnya untuk kehamilan selanjutnya. Tetap semangat, ya!