Bagaimana Infertilitas Wanita Dirawat? Ketahui Caranya di Sini!

Infertilitas wanita - via pinimg.com

Infertilitas wanita – via pinimg.com

Calon ibu, bagaimana dengan rencana kehamilan Anda? Semoga lancar dan tak terhalang kasus infertilitas wanita, ya! Namun jika memang Anda atau suami didiagnosis infertil setelah satu tahun mencoba hamil tanpa pelindung, tak perlu berkecil hati. Semua ada solusinya!

Infertilitas wanita dapat dirawat dengan macam-macam cara. Semua itu tergantung dari kasus yang Anda derita dan anjuran dari dokter. Sebut saja laparoskopi, terapi medis, inseminasi intrauterin, program bayi tabung (In Vitro Fertilisation), dan donasi sel telur.

1. Laparoskopi

Wanita dengan diagnosa masalah tuba falopi atau masalah panggul, dapat menjalani operasi pembedahan laparoskopi. Dengan operasi ini, organ reproduksi bisa direkonstruksi. Di samping itu operasi pembedahan juga kerap digunakan oleh mereka yang ingin hamil lewat program bayi tabung.

Menggunakan laparoskop yang dimasukkan lewat sayatan dekat pusar, jaringan parut pada organ reproduksi Anda bisa dihilangkan. Belum cukup, endometriosis pun bisa dirawat. Kista ovarium bisa dibuang, dan tuba falopi yang tersumbat akan dibuka.

2. Terapi medis

Wanita yang mengidap masalah ovulasi, biasanya akan mendapatkan resep seperti clomiphene citrate atau gonadotropin (misalnya gonadorelin). Pada prinsipnya, keduanya memiliki cara kerja yang sama yaitu memicu ovulasi.

Gonadotropin dapat menginduksi ovulasi ketika clomiphene tidak manjur. Pengobatan ini dapat meningkatkan kesuburan dengan menimbulkan atau merangsang sel telur berganda sekaligus, sehingga Anda bisa ovulasi selama siklus. Padahal normalnya (tanpa obat kesuburan), Anda hanya akan melepaskan satu sel telur saja selama siklus. Terapi gonadotropin ini juga bisa ditawarkan untuk kasus unexplained infetility atau ketika penyebab infertilitas telah dirawat tapi tak kunjung hamil juga.

Selain clomiphene dan gonadotropin, ada juga obat yang disebut metformin. Ia adalah jenis pengobatan yang mengembalikan atau menormalkan ovulasi pada wanita yang resisten dengan insulin dan mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS).

3. Inseminasi intrauterin

Inseminasi intrauterin merujuk pada prosedur non pembedahan, di mana semen (air mani) dikumpulkan. Setelah dikumpulkan, ia akan dicuci dan diseleksi dengan metode dan larutan khusus. Setelah berhasil mendapatkan sperma dengan kualitas terbaik, sperma ditempatkan pada rahim wanita. Tentunya penempatan ini dilakukan saat masa ovulasi berlangsung.

Penempatan dilaksanakan dengan menyalurkan sperma lewat kateter. Melalui serviks, sperma kemudian diarahkan ke rahim. Sebagai tambahan, prosedur inseminasi ini bisa dilakukan setelah obat kesuburan dipakai untuk merangsang ovulasi.

4. Program bayi tabung

Program bayi tabung adalah prosedur di mana sel telur dibuahi sperma di laboratorium. Ketika embrio terbentuk, barulah ia dikembalikan ke uterus wanita. Untuk mengawali prosedur, wanita akan mengambil obat kesuburan gonadotropin untuk merangsang perkembangan sejumlah sel telur. Ketika tahap monitoring mengindikasikan bahwa sel telur sudah matang, sel telur diambil dan dikumpulkan dengan jarum khusus.

Prosedur ini melibatkan pengumpulan dan pencucian sperma pria juga. Setelah sperma terbaik didapat, ia dicampurkan dengan sel telur di laboratorium. Beberapa hari kemudian, satu atau lebih embrio muncul. Embrio itulah yang dimasukkan ke uterus dengan kateter yang digunakan pada inseminasi intrauterin.

Jika proses pembuahan menghasilkan embrio lebih dari yang diharapkan, Anda tidak perlu khawatir. Kecanggihan teknologi di bidang kedokteran telah memungkinkan Anda membekukan embrio. Tentunya, keputusan pembekuan ini juga harus melibatkan persetujuan pasangan. Kelak Anda ingin mengandung lagi, embrio yang dibekukan dapat dicairkan dan ditransfer ke rahim.

5. Donasi sel telur

Donasi sel telur sangat membantu wanita yang bermasalah dalam fungsi ovarium. Lebih tepatnya, wanita dengan fungsi ovarium yang abnormal tapi fungsi rahimnya baik-baik saja. Di Indonesia sendiri, donasi sel telur masih jadi kontroversi.

Prosedur ini melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium donor, yang telah distimulasi dengan obat kesuburan. Setelah sel telur donor diambil, ia akan ditempatkan bersamaan dengan sperma suami lewat program bayi tabung. Setelah embrio tercipta, barulah transfer embrio dilakukan ke uterus istri.

Jika Anda mengalami kasus unexplained infertility, tak perlu berkecil hati. Pada umumnya, terapi medis dan program bayi tabung sering ditawarkan untuk kasus ini. Keduanya digadang-gadang bisa meningkatkan peluang kehamilan pada wanita dengan unexplained infertility.

Anda ingin merawat kasus infertilitas wanita secara sederhana dan tidak melibatkan operasi? Coba juga FertilAid, suplemen kesuburan herbal alami yang halal dan aman. Dibuat oleh ahli ginekologis terkemuka di Amerika Serikat dan terbukti lewat testimoni positif di seluruh dunia.