Bagaimana Sebenarnya Bayi Terbentuk?

Bagaimana Sebenarnya Bayi Terbentuk?Halo, para calon ibu! Kalau ditanya tentang bagaimana seorang bayi bisa terbentuk dan Anda dikatakan hamil, apa yang akan Anda jawab? Kebanyakan orang pasti akan menjawabnya dari sepasang suami istri berhubungan seksual, lalu sperma dan sel telur bertemu, Anda hamil dan mengandung selama 9 bulan, baru kemudian bayi tersebut lahir ke dunia.

Ya. Jawaban itu tidak salah kok! Namun tahukah Anda jika proses pembentukan bayi lebih kompleks dibandingkan hal tersebut? Jika mau diurai, proses pembentukan bayi dimulai semenjak Anda memiliki dan mematangkan sel telur, serta suami Anda yang terus-menerus memproduksi sperma. Jika masih tidak percaya, poin-poin berikut ini bisa menjadi panduan Anda untuk memahaminya.

Sel telur wanita sudah ada sejak lahir dan tidak bisa diproduksi lagi

Kehamilan seorang wanita dimulai dari kelenjar ovarium. Ovarium adalah dua buah kelenjar yang berbentuk seperti kacang almond yang melekat di kedua sisi rahim. Pada dasarnya, ovarium tersebut terisi penuh oleh sel telur sejak wanita baru dilahirkan. Seorang wanita lahir dengan 1-2 juta atau lebih sel telur, yang akan digunakan untuk persediaan seumur hidupnya. Setelah itu, sel telur tidak bisa bertambah atau diproduksi lebih banyak lagi.

Seorang wanita akan melepaskan sekitar 400 sel telur selama tahun-tahun siklusnya. Siklus ini dimulai dari periode menstruasi pertama di masa pubertas, hingga waktu menopause yang terjadi di sekitar usia 45-55 tahun. Selama pertengahan siklus, yaitu antara hari ke 12-16, sel telur mencapai tingkat kematangan dalam salah satu atau kedua ovarium. Setelah matang sempurna, sel telur dilepaskan dari folikel dan disedot oleh pembukaan tuba falopi terdekat. Tuba falopi yang berukuran empat inchi inilah yang menghubungkan ovarium dengan rahim.

Pelepasan sel telur inilah yang sering disebut sebagai ovulasi. Ovulasi menandakan bahwa waktu pembuahan yang tepat sedang berlangsung. Rata-rata sel telur yang dilepaskan pada masa ini hanya bisa bertahan hidup selama 24 jam saja. Jika Anda dan suami ingin memiliki momongan, maka sel telur ini harus segera dibuahi oleh sperma sebelum mati.

Bila sel telur tadi berhasil bertemu dengan sperma sehat dalam perjalanan ke rahim, baik sel telur dan sperma dapat segera melebur dan menciptakan kehidupan baru. Namun, jika tidak terjadi pertemuan sel telur dan sperma, maka perjalanan sel telur hanya berakhir di rahim. Akibatnya, kehamilan tidak terjadi dan ovarium akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron (hormon yang membantu menjaga kehamilan). Lantas, lapisan rahim menebal dan bersiap-siap menuju proses menstruasi.

Pria memerlukan waktu sekitar 64-72 hari untuk memproduksi sperma baru

Berbeda dengan wanita yang sibuk mematangkan satu sel telur dalam sebulan, pria hampir terus-terusan bekerja memproduksi jutaan sperma mikroskopis. Tak hanya itu saja perbedaannya. Sejak dilahirkan, wanita telah dilengkapi dengan semua sel telur yang dibutuhkan seumur hidupnya. Sedangkan pria harus memproduksinya sendiri secara teratur. Dari awal hingga akhir produksinya, pria memerlukan waktu sekitar 64-72 hari untuk membuat sperma baru. Rata-rata sperma yang diproduksi hanya mampu hidup selama beberapa minggu dalam tubuh manusia.

Kemudian sperma mulai berkembang dalam testikel, yaitu dua kelenjar di kantung skrotum yang letaknya ada di bawah penis. Testis ini terletak menggantung di luar tubuh pria karena mereka sangat sensitif terhadap perubahan suhu, khususnya suhu panas yang mungkin terjadi di dalam tubuh manusia. Sehubungan dengan produksi sperma yang sehat, testis tadi harus berada pada suhu sekitar 94 derjat Fahrenheit. Suhu ini lebih rendah 4 derajat dibandingkan dengan suhu tubuh normal manusia. Sperma yang sehat tersebut akan tersimpan dalam bagian testikel yang bernama epididymis, sebelum akhirnya bercampur dengan semen (air mani) sesaat sebelum ejakulasi.

Meskipun ada jutaan sperma yang diproduksi dan dilepas setiap ejakulasinya, hanya ada satu sperma saja yang dapat membuahi sel telur. Hal ini juga berlaku untuk kasus bayi kembar. Jenis kelamin embrio yang dihasilkan tergantung pada jenis sperma yang pertama kali menembus sel telur. Jika sperma yang menembus memiliki kromosom Y, maka jenis kelamin bayi yang akan dikandung adalah laki-laki. Sedangkan sperma berkromosom X yang berhasil menembus sel telur akan membuat Anda segera memiliki bayi perempuan.

Perjalanan sperma menemui sel telur ternyata sangat panjang dan tidak mudah

Ketika Anda dan pasangan berhubungan seksual, ada banyak kegiatan sedang berlangsung dalam tubuh. Salah satunya, jutaan sperma yang memulai pencarian untuk menemukan sel telur Anda. Ini bukanlah perjalanan yang terbilang mudah. Ada sejumlah halangan yang bisa ditemui sperma begitu ia sampai di vagina Anda.

Halangan pertama yang mungkin terjadi adalah tingkat keasaman vagina yang bisa membuat sperma mati. Halangan selanjutnya adalah lendir serviks. Tidak semua lendir serviks bisa menghantarkan sperma menuju sel telur. Lendir serviks yang paling sempurna adalah lendir serviks yang warna dan teksturnya seperti putih telur mentah. Untuk peluang kehamilan yang optimal, lendir serviks ini akan membantu sperma satu atau dua hari ketika memasuki masa subur.

Perjalanan sperma tidak sampai di situ saja. Sperma yang mampu bertahan dalam tubuh Anda masih harus melakukan perjalanan panjang. Mereka perlu berenang sekitar tujuh inchi dari serviks melalui uterus, kemudian ke tuba falopi. Jika sperma tidak menemukan sel telur di tuba falopi, sperma tersebut tetap dapat bertahan dan hidup dalam saluran reproduksi wanita selama 3-5 hari. Asal Anda tahu, hanya sedikit sperma yang mampu bertahan selama ini. Sisanya ada yang terjebak, hilang, menuju tuba falopi yang salah, atau mati di tengah perjalanannya.

Beberapa sperma yang beruntung tadi, akan bertemu dengan sel telur. Mereka masih harus bersaing lagi untuk menembus permukaan sel telur sebelum ada sperma lainnya yang melakukannya. Jika satu sperma saja berhasil menembus, maka sel telur akan melakukan semacam pertahanan. Pertahanan ini akan membuat sel telur tak bisa lagi ditembus oleh sperma lainnya. Sperma yang ada di dalamnya bisa dinyatakan aman dan memenangkan persaingan.

Setelah itu, sperma akan membuahi sel telur yang ditembusnya dalam jangka waktu 24 jam. Materi genetik yang dibawa sperma akan bercampur dengan materi genetik yang dibawa sel telur. Kemudian materi-materi tersebut akan membuat sel telur baru yang mulai membelah dengan cepat. Sampai di sini, Anda tidak akan bisa hamil kecuali jika sekumpulan sel baru yang disebut embrio turun ke tuba falopi dan menempel di dinding rahim.

Tapi, Anda masih bisa mengalami kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) jika embrio tertanam di bagian-bagian selain rahim. Biasanya, kasus seperti ini sering terjadi di tuba falopi. Kehamilan ini tidak baik jika diteruskan karena akan menyebabkan tuba falopi pecah. Untuk menghentikannya, dokter akan memberikan dua pilihan yaitu minum obat untuk menghentikan perkembangan kehamilan atau operasi.

Para calon ibu, jika Anda sukses hamil yang ditandai dengan menempelnya embrio di dinding rahim, akan ada waktu sekitar tiga hari (paling cepat) hingga beberapa minggu sampai Anda menyadari kalau menstruasi tidak datang. Dan selamat, inilah kabar yang Anda nantikan! Anda hamil!