Bayi Tabung dan 9 Tahap Perawatannya

Bayi tabung dan anak kembar - via googleusercontent.com

Bayi tabung dan anak kembar – via googleusercontent.com

Calon ibu, pasti sudah akrab dengan istilah bayi tabung bukan? Bagaimana tidak? Program kehamilan ini telah dikenal bertahun-tahun lamanya. Banyak sekali pasangan di dunia ini yang telah mencoba dan merasakan manfaatnya. Salah satunya, program ini sanggup mewujudkan impian memiliki bayi kembar.

Dalam dunia medis, program bayi tabung biasa disebut dengan In Vitro Fertilisation. Ia adalah perawatan kesuburan yang paling banyak menggunakan teknologi tinggi, di mana sperma dan sel telur dipertemukan di laboratorium. Setelah itu, pembuahan menghasilkan satu atau beberapa embrio sekaligus. Embrio itulah yang akan ditanamkan pada uterus wanita. Kelak, ia akan tumbuh menjadi bayi.

Jika Anda tertarik mencoba program bayi tabung, alangkah baiknya untuk mengenali tahap-tahap perawatannya terlebih dahulu. Berikut ini adalah sembilan tahap perawatan bayi tabung yang berhasil tim akuinginhamil.com himpun khusus untuk Anda:

1. Merangsang Ovarium

Delapan hingga empat belas hari menjelang menstruasi, Anda akan mengkonsumsi gonadotropin, yaitu obat kesuburan yang menstimulasi ovarium agar mengembangkan sejumlah telur matang. Di samping obat kesuburan tersebut, Anda disarankan untuk mengambil hormon sintetis seperti leuprolide atau cetrorelix. Gunanya agar tubuh terjaga dari pelepasan sel telur yang terlalu dini.

2. Pengembangan Folikel

Ketika gonadotropin telah dikonsumsi, Anda diharuskan menemui dokter setiap dua atau tiga hari sekali. Anda akan melakukan cek level hormon dan cek USG dalam darah di setiap pertemuannya. Kedua macam pengecekan tersebut akan memandu dokter dalam memantau perkembangan folikel (kantong berisi cairan pada rahim, di mana sel telur dimatangkan).

3. Memicu Kematangan Folikel

Ketika folikel sudah berkembang dan siap, dokter akan memicunya. Dengan menyuntiknya, sel telur akan matang sempurna dan siap dibuahi. Kurang lebih 36 jam setelah penyuntikan, sel telur Anda sudah siap diambil.

4. Pengumpulan Sel Telur

Sebelum sel telur diambil, dokter akan memberikan Anda anestesi. Kemudian ia memasukkan selang ultrasonik (alat USG dengan lensa kamera kecil di ujungnya) lewat vagina. Dari situlah, dokter akan memeriksa ovarium dan mengidentifikasi folikel. Lantas, jarum tipis dimasukkan melalui dinding vagina untuk mengambil telur dari folikel.

Biasanya, ada delapan sampai lima belas sel telur bisa yang diambil. Anda mungkin akan merasa keram dan menemui bercak darak selama beberapa hari setelah pengambilan sel telur ini. Tapi jangan khawatir! Kebanyakan wanita akan segera membaik dalam waktu satu hingga dua hari saja.

5. Pembuahan

Pada tahap ini, embriologis (orang yang ahli dalam sel telur, sperma, dan embrio) akan memeriksa sel telur yang dikumpulkan. Sebab hanya sel telur dan sperma yang baik saja yang bisa dibuahi. Pemeriksaan ini dilakukan sebelum sel telur dan sperma dipertemukan dan diinkubasikan semalam lamanya.

Jika pembuahan selama siklus bayi tabung tidak sukses, biasanya dokter akan merekomendasikan teknik intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Dengan metode ini, satu sperma akan diinjeksikan secara langsung ke dalam setiap sel telur matang.

6. Embrio Berkembang

Tiga hari setelah pengambilan sel telur, beberapa sel telur yang berhasil dibuahi berubah menjadi enam sampai sepuluh embrio dengan selnya masing-masing. Pada hari kelima, beberapa embrio tersebut akan menjadi blastokista, dimana disertai dengan cairan dan jaringan yang mulai terpisah menjadi plasenta dan bayi.

7. Seleksi Embrio

Embriologis memilih embrio mana saja yang paling layak untuk ditanamkan di rahim, selama tiga sampai lima hari setelah sel telur diambil. Jika ada embrio ekstra, Anda bisa memilih untuk membekukannya. Suatu saat, embrio ini bisa digunakan lagi untuk siklus bayi tabung yang mendatang.

8. Penanaman Embrio

Menurut umur dan diagnosa infertilitas Anda, dokter akan menempatkan satu sampai lima embrio dalam uterus. Caranya dengan memasukkan kateter lewat serviks. Saat penanaman ini, Anda akan merasakan keram ringan. Tapi ini wajar, kok! Oleh karena itu, Anda tidak memerlukan anestesia

9. Implantasi Sukses

Jika perawatan bayi tabung bekerja, embrio yang ditanamkan di dinding uterus tadi akan tumbuh menjadi bayi. Perlu diingat! Jika ada lebih dari satu embrio yang ditanamkan, kesempatan Anda untuk hamil akan lebih tinggi. Kemungkinan memiliki bayi kembar pun juga semakin besar. Kurang lebih dua puluh persen bayi yang lahir dari bayi tabung adalah kembar dua, tiga, bahkan lebih.

Untuk mengetahui kesuksesan program bayi tabung, Anda dapat melakukan tes kehamilan dengan testpack atau pun dengan mengunjungi dokter. Tes ini bisa Anda ambil setidaknya sekitar dua minggu setelah embrio ditempatkan di uterus.

Bagaimana, calon ibu? Anda tertarik membuktikan manfaat program bayi tabung? Tetap semangat dan semoga sukses merencanakan kehamilan, ya!