Bisakah Riwayat Masturbasi Mengganggu Kesuburan? Ketahui Faktanya di Sini!

Masturbasi mengganggu kesuburan? - via todayschristianwoman.com

Masturbasi mengganggu kesuburan? – via todayschristianwoman.com

Dalam masyarakat, masturbasi seringkali diidentikkan dengan kegiatan yang negatif. Namun para ahli berkata lain. Ini karena masturbasi tidak berakibat negatif pada kerusakan mental. Dengan catatan, kegiatan masturbasi dilakukan secara wajar dan dengan intensitas yang tidak terlalu sering. Niscaya, ia tidak akan mengganggu kesuburan.

Anda ingin tahu selengkapnya mengapa masturbasi itu wajar? Ingin tahu hubungannya dengan kesuburan pria dan wanita? Mari kita simak poin-poin berikut!

Apakah masturbasi itu?

Masturbasi adalah rangsangan pada organ seksual yang sifatnya disengaja oleh pemilik organ itu sendiri. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan serta kepuasan seksual. Kegiatan seks individual ini bisa dilakukan oleh pria maupun wanita. Pada wanita, biasanya disebut juga dengan oonani.

Penelitian mengungkapkan, 95% pria dan 89% wanita mengaku pernah masturbasi, paling tidak di usia remajanya. Biasanya, pria lebih sering melakukan masturbasi dibandingkan wanita. Mereka juga mengaku kalau mendapatkan kepuasan dari kegiatan masturbasi.

Masturbasi sebenarnya merupakan proses pembelajaran

Sebenarnya, masturbasi memberikan wanita dan pria kesempatan untuk menjelajahi tubuh mereka dengan tingkat kebebasan seksual yang tinggi. Misalnya, tentang bagian-bagian tubuh, bagaimana tubuh merespon rangsangan, dan mempelajari pengalaman orgasme (mencapai tingkat kepuasan seksual). Dibandingkan dengan seks bebas, jelas masturbasi adalah cara yang lebih positif.

Aktivitas masturbasi

Beberapa hal yang termasuk dalam aktivitas masturbasi adalah mengusap klitoris dan lubang vagina dengan tangan atau jari. Ada pula yang menggesek vulva dengan bantal. Pada wanita, lebih sering melakukan perangsangan pada vagina atau puting.

Sesungguhnya, aktivitas masturbasi tidak memiliki patokan khusus. Ini karena setiap orang memiliki cara-cara yang berbeda untuk terangsang. Bahkan dengan membayangkan atau berfantasi saja, seseorang sudah bisa terangsang dan mencapai kepuasan seksual. Ini juga sudah bisa disebut dengan masturbasi.

Pada wanita, karena anatomi dan tingkat psikologi setiap wanita berbeda, efek atau reaksi setelah masturbasi akan berbeda-beda pula.

Masturbasi itu normal dan tidak mengganggu kesuburan, asal…

Perlu Anda pahami bahwa masturbasi adalah aktivitas seksual yang wajar. Ini adalah pilihan positif di saat seorang pria atau wanita merasakan dorongan seksual yang besar. Yang perlu diperhatikan adalah alat yang digunakan. Baik tangan atau alat lainnya, seharusnya itu bersih dan steril. Jika tidak, resiko infeksi dan pertumbuhan bakteri berbahaya bisa mengganggu kesuburan.

Namun yang paling bahaya, ketika seorang wanita di masa remajanya terlalu sering masturbasi. Kelak ia berhubungan seksual dengan suami, ia akan sulit mencapai kepuasan karena biasa memuaskan diri sendiri. Masturbasi tetap tidak dianjurkan jika terlalu sering dilakukan dan tidak terkendali. Misalnya dengan memasukkan suatu alat pada vagina. Ini beresiko merobek selaput dara, menyebabkan infeksi atau infertilitas, serta pendarahan.

Senormal apapun masturbasi, lebih positif lagi jika bisa menyalurkan atau mengalihkan dorongan seksual pada kegiatan yang lebih positif. Misalnya berorganisasi, bersosialisasi, dan olahraga. Intinya, salurkan dorongan tersebut pada kegiatan yang menyehatkan tubuh. Dan agar kesuburan meningkat, ambillah FertilAid!