Bisakah Testpack Keliru Menunjukkan Hasil Positif?

Bisakah Testpack Keliru Menunjukkan Hasil PositifHalo, calon ibu! Bagaimana dengan usaha kehamilannya? Sudah membuahkan hasil? Jika merasa sudah hamil, kenapa tidak mencoba membeli dan menggunakan testpack untuk memastikan kehadiran momongan dalam janin Anda?

Ya. Testpack memang alat tes kehamilan sederhana yang telah dipercaya keefektifannya. Jutaan pasangan suami istri di dunia ini bahkan telah merasakan manfaatnya. Setiap tanda kehamilan yang dimunculkan olehnya 99,9% terbilang akurat.

Tapi, pernahkah Anda berpikir ke mana 0,1%-nya? Apakah ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat membuat hasil positif testpack jadi keliru? Jawabannya adalah ada! Untuk tahu apa saja kondisi-kondisi tersebut, mari kita simak empat kondisi yang bisa membuat testpack Anda keliru menunjukkan hasil positif berikut!

1. Anda pernah keguguran

Jika baru-baru ini Anda mengalami keguguran, ada kemungkinan kalau organ reproduksi Anda perlu waktu hingga kembali berfungsi dengan baik. Tak terkecuali untuk memproduksi hormon hCG seperti pada kondisi organ reproduksi yang normal. Hal ini juga berlaku dengan terminasi kehamilan dan kehamilan molar, di mana keduanya sama-sama merupakan kasus kegagalan kehamilan. Keduanya memerlukan bantuan medis untuk mengatasinya, seperti kuret.

Terminasi kehamilan adalah proses pengakhiran kehamilan dengan cara mengeluarkan embrio. Terminasi kehamilan ini dapat dikatakan aborsi dan prakteknya harus berdasarkan indikasi medis. Misalnya, preeklampsia atau janin yang mati di dalam rahim. Beberapa terminasi menggunakan bantuan obat-obatan kimia. Masing-masing zat kimia dalam obat tersebut memiliki efek samping yang dapat mempengaruhi kerja organ reproduksi.

Sedangkan kehamilan molar sering disebut dengan kehamilan anggur. Pada kasus ini, plasenta tumbuh kurang baik dan menjadi gumpalan kista. Untuk menyembuhkannya, dokter sering menganjurkan kuret agar kista ini tidak semakin parah. Bahkan ada yang dilarang untuk hamil selama setahun, sampai kondisi rahim dan organ reproduksi benar-benar sembuh.

2. Anda mengkonsumsi obat kesuburan

Barangkali Anda dan suami sudah tidak sabar ingin segera memiliki momongan. Lantas, obat kesuburan yang mengandung hormon hCG Anda konsumsi. Padahal, obat ini seharusnya dipakai untuk menginduksi ovulasi pada masa perawatan kesuburan. Obat ini akan mendorong sel telur agar lebih cepat matang dan melepaskan diri folikel. Akhirnya saat Anda melakukan tes kehamilan dengan testpack, hasil yang ditunjukkan kurang bisa dipercaya gara-gara lonjakan hormon hCG dari obat tadi.

3. Anda mempunyai kondisi medis yang langka

Kondisi medis yang langka bisa saja membuat hormon hCG mendadak meninggi. Salah satunya adalah tumor sekresi hCG yang membuat testpack Anda mendadak menunjukkan hasil positif.

4. Testpack yang dipakai sudah kadaluarsa atau rusak

Jika ingin memprediksi kehamilan, akuinginhamil.com menyarankan Anda untuk membeli testpack yang baru. Pada saat membelinya, pastikan kemasan testpack menunjukkan kalau alat ini belum kadaluarsa. Dan sekalipun Anda menyimpan rapi testpack yang belum kadalursa, bukan berarti testpack itu masih akurat digunakan. Kelembaban udara yang tidak sesuai atau terkena panas di lingkungan penyimpanan, bisa membuat testpack jadi tak akurat prediksinya.

Setiap testpack juga memiliki indikator kontrol. Ada yang berupa dua garis, ada pula yang menggunakan simbol. Jika tanda tersebut tidak muncul usai tes kehamilan, tak perlu pikir panjang lagi! Pada umumnya, hal tersebut jadi pertanda kalau hasil testpack tidak valid atau rusak. Inilah kenapa Anda harus membeli testpack yang baru.

Jika Anda ingin testpack selalu menunjukkan hasil positif yang valid, pastikan keempat kondisi tersebut sedang tidak menimpa Anda ya! Selalu pastikan kondisi organ reproduksi Anda sehat dan normal dengan pola gaya hidup sehat. Yang tidak boleh sampai terlupa, pakailah testpack yang baik dan sesuai instruksi pada kemasan. Niscaya prediksi kehamilan yang valid, akan membawa kebahagiaan bagi Anda.

Tetap semangat!