Dapatkah Ketidaksuburan Menimpa Setelah Kelahiran Anak Pertama?

Dapatkah Ketidaksuburan Menimpa Setelah Kelahiran Anak PertamaSetelah membaca pertanyaan pada judul di atas, apa pendapat Anda? Sepertinya tidak mungkin ya jika seseorang yang sudah berhasil mendapatkan anak, kemudian mengalami ketidaksuburan? Seharusnya memiliki dan melahirkan anak sudah menjadi tanda bahwa seorang pasangan, baik suami dan istri, memiliki tingkat kesuburan yang baik.

Jangan salah! Hal yang demikian ada dan tidak satu dua kali terjadi di dunia. Kondisi itulah yang dalam dunia kedokteran disebut dengan secondary infertility atau ketidaksuburan sekunder. Lalu, bagaimana itu bisa terjadi dan apa penyebabnya? Anda penasaran? Simak seluk beluk ketidaksuburan sekunder yang berhasil dirangkum oleh tim akuinginhamil.com berikut!

Apa itu ketidaksuburan sekunder?

Ketidaksuburan sekunder terjadi pada kondisi di mana Anda dan suami telah memiliki anak dari kehamilan sebelumnya. Melihat hal tersebut, tentunya Anda adalah pasangan yang dapat dikatakan subur. Ternyata, tidak demikian pada perencanaan kehamilan yang kedua. Anda dan suami sudah mencoba berulang kali untuk kehamilan kedua, namun masih juga gagal dan tidak seberuntung kehamilan yang pertama.

Jangan heran! Hal semacam ini sangat sering terjadi belakangan pada pasangan suami istri modern. Mereka mungkin telah melewati waktu setahun atau lebih dan baru kemudian berpikir perencanaan kehamilan lagi.

Mengapa ketidaksuburan sekunder ini bisa terjadi? Apa penyebabnya?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ketidaksuburan sekunder. Yang pertama, karena adanya masalah yang berkembang setelah kelahiran anak pertama. Jika Anda melahirkan anak pertama melalui operasi caesar, bisa saja telah terjadi kelengketan rahim, infeksi rahim, atau plasenta tertahan. Di antara ketiganya, infeksi rahim dan plasenta tertahan dapat menyebabkan luka atau jaringan parut. Bila kondisi seperti ini telah terjadi, biasanya sangat sulit untuk bisa hamil lagi.

Yang kedua, bisa disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup yang sangat drastis dibandingkan dengan pertama kalinya Anda merencanakan kehamilan. Sebut saja kenaikan berat badan, mulai minum minuman beralkohol lagi, atau kuantitas hubungan seks sendiri yang kurang. Untuk yang terakhir, kami dapat memahaminya karena situasinya pasti akan berbeda dibandingkan pada saat Anda dan suami belum memiliki anak. Ya, berhubungan seksual akan menjadi lebih sulit jika sudah memiliki anak di rumah.

Sebenarnya, penyebab ketidaksuburan pada bagian kedua ini masih bisa Anda atasi. Tidak seperti pada penyebab pertama, Anda cukup mengubah gaya hidup Anda saja menjadi lebih sehat. Mulai melakukan diet nutrisi, menghindari alkohol, dan mengambil liburan berdua saja bisa dilakukan. Mungkin, ini serasa Anda harus memulai semuanya dari nol. Tapi, bukankah Anda bersungguh-sungguh ingin punya anak lagi?

Kapan waktu yang tepat untuk mencari bantuan?

Anda dan suami telah mencoba menghilangkan kebiasaan-kebiasaan atau gaya hidup yang kurang sehat. Anda dan suami tidak merokok, tidak minum alkohol, tidak menjadi pecandu narkoba dan obat-obatan, bahkan berat badan pun telah diturunkan. Anjuran sering berhubungan seksual bahkan sudah diikuti. Tapi, mengapa semua seolah tidak membuahkan hasil? Apakah saya harus segera menemui dokter?

Ya, mungkin saja Anda perlu menemui dokter. Jika sudah gagal walaupun terus mencoba, sedangkan usia Anda sudah di atas 35 tahun, inilah saat yang paling tepat untuk segera menemui dokter umum dan meminta rujukan kepada dokter spesialis kesuburan.

Apa yang akan dokter spesialis lakukan untuk mengatasi ketidaksuburan sekunder?

Dokter spesialis akan melihat kasus Anda lewat dua kunci permasalahan. Kunci yang pertama adalah apakah Anda mengalami ovulasi dan apakah pasangan Anda memiliki sperma yang sehat dan kuat. Kedua, dokter akan memastikan bahwa tidak ada kerusakan atau anomali pada sistem reproduksi Anda.

Setelah hasil pemeriksaan tersebut, kemungkinan dokter akan memberikan dua pilihan. Perawatan kesuburan atau mengikuti program bayi tabung In Vitro Fertilisation jika kemungkinan untuk hamil sangat kecil. Jika Anda memilih yang kedua, persentase peluang hamil Anda bisa jadi lebih besar dibandingkan wanita yang belum pernah hamil dan memilih program bayi tabung IVF.

Jika mendapatkan anak pertama begitu terasa mudah bagi Anda, pasti akan terasa shock jika Anda tidak bisa mendapatkannya untuk yang kedua kalinya. Sesungguhnya, kondisi ini sangat normal terjadi. Tidak ada alasan bagi Anda dan suami untuk bersedih, sekali pun dokter menyatakan bahwa Anda sudah tidak mungkin memiliki anak lagi.

Meskipun Anda tidak bisa mewujudkan jumlah keluarga yang sesuai dengan keinginan dan gagal memberikan adik bagi si sulung, percayalah ada banyak hikmah yang berharga dari itu semua. Anda dan suami dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan si anak, mengetahui karakternya dan mampu membangunnya menjadi karakter yang lebih baik sejak dini. Dalam sisi finansial, Anda pun bisa menabung lebih banyak demi masa depannya kelak.