Donor Sel Telur dan Embrio: Penggunaan dan Perawatannya

Mengandung karena donor sel telur dan embrio - via tumblr.com

Mengandung karena donor sel telur dan embrio – via tumblr.com

Donor sel telur dan embrio merupakan alternatif lain bagi pasangan suami istri infertil. Meskipun biayanya tergolong tinggi dan prosedur memakan waktu yang lama, sebagian orang di Amerika Serikat percaya dan menjadikannya solusi atas kemandulan yang dialami. Seperti apa awal mula penggunaan perawatan kesuburan ini? Bagaimana pula proses perawatannya berjalan?

Bagaimana Mulai Menggunakan Donor Sel Telur atau Donor Embrio?

Sebelum memulai rangkaian prosedur pendonoran, seseorang harus memastikan bahwa ia memiliki waktu yang mencukupi. Pencarian donor wanita bisa memakan waktu berbulan-bulan. Tidak cuma menyeleksi calon donor yang tepat, mengurus perihal legalnya juga cukup melelahkan. Waktu tersebut bisa lebih lama lagi kalau peminat donor dan pendonor harus melengkapi semua keperluan medis dan tes psikologis.

Agar lebih mudah dalam mengurusnya, biasanya peminat donor menggunakan jasa bank sel telur. Beberapa langkah yang disebutkan tadi, sudah dilengkapi oleh bank sebelum sel telur dibekukan. Kira-kira, inilah langkah-langkahnya:

1. Temukan Donor Sel Telur dan Embrio

Jika seseorang akan menggunakan telur donor, memutuskan siapa pendonornya adalah hal utama. Apakah ia berasal dari anggota keluarga, teman, atau pendonor yang belum dikenal. Jika yang terakhir menjadi pilihan, mencari klinik kesuburan, bank telur beku, atau agensi donasi telur yang terpercaya adalah beberapa alternatifnya.

Pendonor bisa dipilih berdasarkan karakter fisik, latar belakang etnis, riwayat pendidikan, dan pekerjaan. Kebanyakan pendonor sel telur atau embrio di Amerika Serikat, berusia 21-34 tahun. Mereka juga telah melalui serangkaian tes medis dan genetis. Namun, memastikan bagaimana kandidat disaring juga tetap penting. Jika menggunakan embrio donor, mencari lembaga donor embrio (juga disebut agen adopsi embrio) atau klinik kesuburan dengan program donasi adalah alternatifnya.

2. Mendapatkan Konseling

Setelah agen atau klinik kesuburan menemukan pendonor yang tepat, Anda dan pendonor akan mendapat konseling profesional tentang hal medis, etika, dan dampak emosional dari donasi tersebut.

3. Urusan Legal

Anda dan pendonor disarankan memiliki pengacara. Gunanya untuk menyusun kontrak yang mendefinisikan hak orang tua, kewajiban keuangan, dan kontak di masa depan. Hukum dari masing-masing negara bervariasi akan hal ini. Lazimnya di Amerika Serikat, pendonor menyerahkan hak mereka untuk si anak. Kontrak yang ada juga membantu pendonor dan penerima agar tetap kontak setelah anak lahir.

Bagaimana Perawatan Kesuburan Bekerja dengan Sel Telur Donor yang Segar?

Donor sel telur kerap digunakan berbarengan dengan perawatan kesuburan. Apabila sel telur yang digunakan, maka langkah-langkah yang dilalui sebagai berikut:

1. Mensinkronkan Siklus

Jika ingin menggunakan sel telur donor yang, baik peminat dan pendonor harus mengambil pil KB dan hormon sintetis (misalnya leuprolide) agar siklus keduanya sama-sama sinkron. Rahim peminat sel telur juga harus mendukung embrio saat sel telur donor telah diterima dan dibuahi.

Pendonor akan mengambil gonadotropin (obat penginduksi ovulasi) agar sejumlah sel telur matang berkembang. Saat yang sama, peminat sel telur mengambil estrogen dan progesteron agar uterus siap huni untuk kehamilan.

2. Mengumpulkan Sel Telur

Ketika sel telur donor sudah matang, pendonor akan dianestesi sebelum sel telurnya diambil. Pengambilan ini akan menggunakan sebuah jarum yang dimasukkan lewat dinding vagina, menuju ovarium. Sebagai panduannya, dokter menggunakan alat USG.

3. Pembuahan

Setelah mensinkronkan siklus dan mengumpulkan sel telur, sisa prosedurnya akan sama persis seperti program bayi tabung. Sperma pasangan atau sperma donor dikombinasikan dengan sel telur donor di laboratorium. Tiga hingga lima hari kemudian, setiap sel telur yang dibuahi berubah ke bentuk embrio. Pada tahap ini, peluang sel telur donor menjadi kehamilan ganda sekitar 40%.

Jika perawatan kesuburan bekerja, embrio tumbuh dalam uterus. Kemudian, berkembang menjadi bayi. Jika ada surplus embrio yang tidak terpakai, ia bisa langsung dibekukan agar mungkin digunakan di masa depan.

4. Tes Kehamilan

Dalam waktu dua minggu usai embrio ditanamkan dalam tubuh, penerima sel telur bisa memeriksakan diri ke dokter kembali. Tentu saja, untuk melihat apakah ia sudah hamil atau belum.

Menggunakan donor sel telur dan embrio merupakan sebuah proses panjang. Bahkan, bisa sangat melelahkan. Pun, tidak semua negara memberikan izin longgar terhadap prosedur donor sel telur dan embrio. Jika Anda ingin mencoba perawatan kesuburan yang lebih alami, cobalah beralih ke FertilAid. Obat kesuburan yang terbukti alami, aman, dan punya testimoni memuaskan dari seluruh pasangan infertil di seluruh dunia! Info lebih lengkap, klik di sini.