Donor Sel Telur dan Embrio yang Populer di Amerika Serikat

Hamil berkat donor sel telur - via mundodastribos.com

Hamil berkat donor sel telur – via mundodastribos.com

Pernahkah Anda mendengar istilah donor sel telur dan embrio? Jika masih asing, wajar saja. Metode perawatan kesuburan menggunakan sel telur atau embrio wanita lain ini, masih dilarang dilakukan di Indonesia. Baik secara hukum maupun agama. Tentu saja karena genetik yang dipakai bukan berasal dari genetik ibu. Di samping itu, metode ini memungkinkan siapa saja memiliki anak tanpa adanya ikatan pernikahan.

Meski begitu, tak ada salahnya kita memahami perawatan kesuburan tersebut. Anda penasaran? Yuk, kita simak informasi yang berhasil dihimpun oleh tim Aku Ingin Hamil berikut!

Tren Donor Sel telur dan Embrio di Amerika Serikat

Lebih dari 70% wanita yang berusia lebih dari 45 tahun dan menggunakan teknologi reproduksi bantuan (misalnya program bayi tabung), menggunakan jasa donor telur agar memiliki momongan. Begitulah data yang dikutip dari laman babycenter.com terhadap wanita di Amerika Serikat. Hasilnya, sekitar 8.000 bayi lahir setiap tahun di sana.

Dengan kecanggihan teknologi pembekuan sel telur, menggunakan telur yang didonorkan untuk merawat kesuburan menjadi lebih mudah. Agen donasi sel telur dan bank sel telur pun kini banyak ditemui di Amerika Serikat. Lewat bank ini, sel telur donor dikumpulkan dan dibekukan agar bisa dibeli seperti umumnya bank sperma.

Beberapa klinik kesuburan di Amerika Serikat memang mulai banyak yang memiliki bank sel telur sendiri. Tapi, ada banyak pula yang masih menyediakan perawatan teknologi reproduksi bantuan (Assisted Reproductive Technology atau ART) dengan sel telur donor segar (tidak dibekukan). Artinya, siklus reproduksi si donor dan penerima harus disinkronkan. Sel telur kemudian diproduksi dan bisa digunakan langsung.

Selain donor telur, ada juga yang bernama donor embrio. Embrio yang digunakan tentu saja sudah dibekukan dan bisa digunakan bersamaan dengan ART. Banyak klinik kesuburan dan agen pencocokan embrio, memiliki penawaran embrio beku yang didonasikan oleh pasangan suami istri dengan kelebihan embrio selama perawatan ART.

Donasi embrio sebagai pilihan membangun keluarga, memang belum cukup lazim seperti donor telur. Wajar jika belum begitu banyak pasangan suami istri mengenalinya. Namun, sejumlah promosi dan upaya dari kelompok advokasi infertilitas selalu dikembangkan di Amerika. Tentu saja, tujuan utamanya adalah membantu pasangan suami istri infertil.

Untuk Siapakah Donor Sel Telur atau Embrio Ditujukan?

Biasanya, donor sel telur ditujukan untuk wanita berusia di atas 40 tahun. Mereka yang tidak bisa hamil dengan sel telurnya sendiri, juga akan sangat terbantu untuk hamil dan melahirkan. Sedangkan pasangan yang sama-sama infertil atau punya riwayat keguguran berulang, bisa menjadikan donor embrio sebagai pilihan. Jika seorang wanita memiliki resiko meneruskan penyakit genetik ke keturunannya, donor sel telur atau embrio bisa dipilih.

Wanita lajang dengan masalah kesuburan, juga bisa hamil berkat donor sel telur atau donor embrio. Sebaliknya, pria tanpa pasangan bisa menjadi ayah dengan donor sel telur atau embrio dan pembawa kehamilan (surogasi kehamilan). Walau begitu, negara tertentu menerapkan hukum yang membatasi orang tanpa ikatan pernikahan untuk menggunakan operator kehamilan. Beberapa lembaga donor embrio juga secara ketat memilih klien yang sudah menikah ketimbang yang belum.

Bagaimana Tingkat Kesuksesan Donor Sel Telur atau Embrio?

Pada prosedur donor sel telur, keberhasilan hamil tergantung dari kualitas embrio, usia pendonor, dan jumlah embrio yang ditransferkan. Dengan menggunakan sel telur donor yang segar, Anda punya peluang melahirkan sekitar 57%.

Donor sel telur sendiri adalah pilihan yang relatif baru. Namun studi terkini menunjukkan, ada peluang sebesar 44% memiliki bayi (bahkan bayi kembar) setelah transfer embrio tercipta dengan telur donor yang sudah dicairkan. Sedangkan untuk donor embrio, data terkini menunjukkan kira-kira 36% embrio donor yang dibekukan menghasilkan satu kelahiran.

Setelah memahami tentang donor sel telur dan donor embrio, apa komentar Anda? Punya pengalaman dengan metode perawatan kesuburan tersebut? Yuk, jangan ragu membaginya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!