Hubungan Sel Telur, Kesuburan, dan Usia yang Perlu Anda Tahu!

Hubungan Sel Telur, Kesuburan, dan Usia yang Perlu Anda Tahu!Berbicara soal kesuburan, selama ini wanita selalu dikejar-kejar oleh yang namanya umur. Katanya, umur wanita dapat mempengaruhi kemampuan untuk hamil dan memiliki anak. Semakin tua umur wanita, maka semakin sulit ia untuk mendapatkan momongan.

Faktanya, memang kesuburan wanita akan semakin pudar seiring bertambahnya usia. Usia yang paling subur bagi wanita untuk hamil adalah usia dua puluhan. Memasuki usia tiga puluhan, kadar kesuburannya akan semakin berkurang. Kadar kesuburan ini pun makin kritis jumlahnya jika wanita sudah benar-benar memasuki usia tiga puluh lima. Oleh karenanya, usia tiga puluh lima sudah menjadi alarm untuk wanita.

Sebebarnya, bagaimana hubungan riil antara usia dan tingkat kesuburan itu sendiri?

Umur dan kualitas telur adalah alasan utama penurunan kesuburan wanita. Sel telur sendiri memang akan selalu ada dalam tubuh wanita sepanjang hidupnya. Telur itu akan sama umurnya seperti umur Anda. Hanya saja, tidak semua sel telur tersebut dapat hidup dan aktif sepanjang umur Anda. Itulah mengapa dikatakan kualitasnya menurun.

Sejak dilahirkan ke dunia, ada satu sampai dua juta sel telur dalam tubuh wanita yang menunggu dibuahi. Sel telur ini dinamai oosit primer. Oosit primer bentuknya tidak benar-benar seperti telur yang kita bayangkan untuk dibuahi. Sebagian darinya masih terbungkus oleh struktur yang disebut folikel. Sel telur dalam folikel ini tidak akan terlepas dan berfungsi sampai hormon pubertas datang dan membuatnya bekerja.

Setelah gadis mengalami masa pubertas, hanya ada sekitar tiga hingga lima ribu sel telur dari total satu sampai dua juta sel telur. Sisanya, hancur dan diserap tubuh dalam proses atresia (proses degeneratif di mana oosit dan kelenjar-kelenjarnya musnah tanpa harus mengalami proses ovulasi).

Sampai di sini, jelas bukan kalau sel telur dalam tubuh wanita juga semakin berkurang?

Hubungan kromosom dan sel telur wanita

Kebanyakan sel dalam tubuh punya struktur ganda yang disebut dengan kromosom. Kromosom inilah yang menyimpan informasi DNA atau genetik manusia. Manusia lahir dan memiliki 23 pasang kromosom. Artinya ada 46 kromosom dalam setiap sel.

Ketika oosit primer terbelah, setiap kromosom akhirnya hanya sendirian atau tidak memiliki pasangan. Setelah oosit mengalami pembelahan tersebut, barulah ia bisa disebut sebagai sel telur.

Ketika sel telur dan sperma bertemu dan melebur, terjadilah pembuahan. Dari pembuahan tersebut, muncullah embrio. Embrio tersebut mempunyai pasangan dari tiap kromosom pada setiap sel yang dibawa oleh sel telur dan sperma. Itulah bagaimana DNA Anda dan suami bisa diwariskan pada anak.

Semenjak pubertas, ada seribu folikel yang saling bersaing untuk melepaskan sel telurnya dan menjadi dominan di masa subur wanita. Namun pada akhirnya, hanya akan ada satu sel telur saja yang memungkinkan untuk dibuahi oleh sel sperma dan berkembang menjadi embrio. Sedangkan sel telur dari folikel-folikel lain akan mati. Ini menyebabkan semakin berkurangnya sel telur selama perjalanan usia Anda.

Faktor usia dan kesalahan pembelahan sel

Kesalahan pembelahan sel dapat terjadi selama pembelahan oosit. Kadang-kadang, sepasang kromosom tidak terpisah atau terbelah melainkan berubah menjadi 24 kromosom, bukan lagi 23. Jika telur tersebut dibuahi, hasilnya embrio akan kelebihan kromosom

Kelebihan kromosom itu mampu membuat keturunan Andan nanti lahir dengan kelainan genetik misalnya saja down syndrome. Anak yang mengidap down syndrome pada umumnya mempunyai kelebihan pasangan pada kromosom ke 21.

Peluang kesalahan selama sel membelah ini dapat meningkat intensitasnya seiring usia wanita yang semakin menua. Kemungkinan disfungsi kromosom atau mutasi juga akan meningkat. Kesalahan genetik dan kesalahan pada oosit yang lebih tua bisa mencegah telur yang dibuahi berkembang baik dan berujung pada keguguran.

Tak cukup itu saja, penuaan telur juga dapat menyebabkan masalah lainnya. Zona pellucida (lapisan pelindung sel telur) dapat menebal dan membuat sperma sulit menembusnya. Pembuahan otomatis akan menurun peluangnya jika ini terjadi.

Menurunnya kualitas telur pada wanita bisa berbeda-beda. Ada wanita yang pada usia tiga puluhan sudah tidak subur lagi. Ada pula wanita usia empat puluhan yang ternyata masih mengalami mesntruasi. Semua ini tergantung bagaimana kerja organ reproduksi masing-masing.

Jika Anda berusia tiga puluh tahun lebih dan mulai khawatir dengan kesehatan sel telur Anda, tes dari dokter layak diikuti, misalnya tes darah. Tes tersebut mampu memberikan gambaran tentang penuaan pada sel telur Anda.