Kenali Keguguran Disertai Nyeri dan Perdarahan Hebat

Keguguran disertai nyeri dan perdarahan? - via blogspot.com

Keguguran disertai nyeri dan perdarahan? – via blogspot.com

Keguguran disertai nyeri dan perdarahan hebat? Pasti tidak ada yang ingin mengalaminya. Membayangkan perdarahan saja sudah ngeri, apalagi kalau merasakan kehamilan yang telah direncanakan secara matang itu tiba-tiba musnah.

Dalam dunia medis, baik nyeri maupun perdarahan hebat merupakan pertanda keguguran. Jika keduanya dialami, apalagi dengan gejala-gejala lain, keguguran berpotensi menimpa kehamilan Anda. Pada banyak kasus, keguguran itu sendiri sering terjadi pada trimester pertama atau 12 minggu pertama.

Agar lebih memahami keguguran disertai nyeri dan perdarahan hebat, yuk kita simak penjelasan di bawah ini!

Nyeri dan Perdarahan Hebat Sebagai Pertanda Keguguran

Seperti yang telah disebutkan di atas, nyeri maupun perdarahan hebat merupakan pertanda keguguran. Agar Anda yakin bahwa nyeri dan perdarahan ini bukanlah gejala-gejala lainnya, penting untuk mengetahui pertanda-pertanda keguguran berikut. Sebab jika nyeri dan perdarahan turut terjadi dengan gejala ini, potensi keguguran malah semakin besar untuk diperiksakan pada dokter kandungan.

1. Hasil Testpack Negatif

Di awal-awal kehamilan, sudah pasti testpack atau alat tes kehamilan yang Anda beli menunjukkan hasil positif. Lantas untuk memastikan kebenarannya, Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari situ, didapatkan hasil kehamilan yang benar-benar akurat.

Namun sejalan dengan waktu, Anda boleh iseng mengecek kehamilan lagi dengan testpack. Jika testpack menunjukkan hasil yang negatif, Anda harus hati-hati. Bukan tidak mungkin keguguran terjadi, apalagi jika disertai perdarahan dan nyeri yang luar biasa hebat.

2. Gejala-Gejala Kehamilan Tak Lagi Terasa

Gejala-gejala kehamilan yang dimaksud antara lain morning sickness, mudah lelah, dan payudara membengkak. Jika di usia kehamilan yang kurang dari 3 bulan gejala tadi tak dirasakan lagi, pertanda keguguran mungkin menimpa Anda. Jangan tunda lagi untuk mengkomunikasikan masalah Anda dengan dokter.

3. Nyeri pada Area Punggung

Rasa nyeri pada punggung memang bukan monopoli keguguran saja. Kadang, nyeri ini juga terjadi pada orang-orang yang kelelahan dengan aktivitasnya. Karena itu, tandailah nyeri punggung yang Anda alami. Jika ia disertai keluarnya bercak-bercak darah atau perdarahan hebat, mungkin Anda berpeluang keguguran.

4. Keram, Bahkan Nyeri di Bagian Bawah Perut

Anda sering mengalami keram saat menstruasi? Nah, keram pertanda keguguran kurang lebih sama dengan itu. Bedanya adalah keram keguguran datang berulang-ulang. Waktunya pun berlangsung cukup lama.

Tak hanya itu. Nyeri pada bagian bawah perut juga terjadi sebagai tanda keguguran. Selain bawah perut, selangkangan, alat vital, dan panggul pun merasakannya. Dan nyeri ini muncul setelah perdarahan. Tak jauh berbeda dengan rasa keram, waktu berlangsungnya nyeri ini dapat dikatakan cukup lama.

5. Perdarahan

Menurut penelitian, peluang perdarahan keguguran di awal masa kehamilan terjadi sekitar 20% – 40%. Biasanya, perdarahan keguguran ini terjadi pada janin yang usianya 12 minggu atau ada di trimester pertama.

Perdarahan yang menandai keguguran ini umumnya berbentuk bercak ringan, berat, hingga mengalirnya darah. Malahan, kadang diikuti keluarnya ketuban atau dinding rahim yang rusak atau sobek. Bercak darah yang keluar pun bisa jadi menggumpal atau berwarna putih dan berbau menyengat.

Penyebab Keguguran

Keguguran biasanya disebabkan oleh kelainan kromosom pada bayi. Hal ini terjadi pada banyak kasus keguguran di dunia. Jika tidak, faktor lain seperti sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel dengan sempurna pada rahim. Atau ada masalah tertentu pada hormon dan plasenta.

Kalau sang ibu pernah mengalami infeksi, demam tinggi, diabetes, masalah kelenjar tiroid, itu semua juga berpengaruh lo! Di samping itu, kinerja rahim atau leher rahim juga mempengaruhi. Kalau keduanya lemah dan tidak sanggup mendukung kehamilan, maka keguguranlah yang terjadi.

Faktor lingkungan dan gaya hidup juga ada perannya dalam keguguran. Coba waspadai lingkungan yang penuh bahan kimia dan racun. Kalau memang Anda bekerja pada insdustri yang bersangkutan, mengambil cuti sah-sah saja dilakukan. Hindari pula asap rokok dan minum alkohol. Batasi kopi atau kafein sebanyak 200 mg per hari agar peluang keguguran tak semakin besar.

Terakhir, sadari usia Anda. Semakin tua usia wanita, semakin sulit ia memiliki anak. Meskipun memungkinkan, resiko keguguran pun lebih besar. Ini karena tingkat kesuburan Anda semakin menurun. (Lihat selengkapnya tentang penyebab keguguran di sini.)

Nah! Jika Anda mengalami perdarahan dan nyeri yang sangat hebat pada area perut bagian bawah, jangan tahan lagi rasa sakitnya! Jangan tunda-tunda lagi untuk menemui dokter. Mungkin saja Anda mengalami keguguran dan sudah sebaiknya mendapatkan penanganan yang cepat!