Ketahui Tingkat Kesuksesan Perawatan Kesuburan Ini!

Kesuksesan perawatan kesuburan - via qpic.cn

Kesuksesan perawatan kesuburan – via qpic.cn

Hai, calon ibu! Setelah kemarin kita mengenal deskripsi singkat apa saja perawatan kesuburan untuk pasangan infertil beserta efek sampingnya, kini waktunya mengenal tingkat kesuksesan perawatan kesuburan.

Dengan mengetahui tingkat kesuksesan perawatan kesuburan, Anda memiliki pengetahuan luas sebelum mempertimbangkan dan memilih prosedur dalam mengatasi masalah kesuburan. Anda pun memiliki pengetahuan dasar untuk dikonsultasikan dengan dokter dan suami. Nah! Kira-kira bagaimana ya tingkat kesuksesan perawatan kesuburan?

1. Obat Kesuburan

Kurang lebih 80% wanita yang mengambil obat kesuburan clomiphene, akan segera ovulasi pada tiga bulan pertama setelah perawatan. Bahkan 30-40% di antaranya hamil setelah siklus perawatan ketiga. Lain halnya dengan obat kesuburan gonadotropin. Jika dilakoni berbarengan dengan hubungan seksual yang disesuai masa subur, persentase kehamilan mencapai 15% per siklusnya.

2. Pembedahan

Tingkat kesuksesan perawatan kesuburan dengan pembedahan atau operasi bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Ini tergantung pada kondisi organ reproduksi dan jenis pembedahan yang digunakan untuk merawat kasus infertilitas Anda.

Wanita yang mengidap endometriosis dengan jenis ringan (mild) atau minimal, punya peluang sekitar 40% untuk hamil. Peluang itu akan didapat dalam 8-9 bulan setelah perawatan laparoskopi. Sedangkan wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) punya peluang lebih besar lagi. Jika sindrom tadi diatasi dengan operasi pengeboran ovarium, peluang hamil sebesar 50% akan didapat dalam setahun. Sedangkan untuk kasus sumbatan tuba falopi, sekitar 21-59% pengidapnya berhasil hamil.

3. Inseminasi Intrauterin

Biasanya, tingkat kesuksesan inseminasi intrauterin akan dihitung per siklus perawatan. Bagi pasangan suami istri dengan unexplained infertility (masalah kesuburan yang tidak dapat ditemukan penyebabnya), persentase kehamilan mencapai 7-16% per siklus inseminasi. Persentase ini berlaku untuk prosedur inseminasi yang mengaplikasikan perangsangan sel telur.

4. Program Bayi Tabung (In Vitro Fertilisation)

Keberhasilan program bayi tabung dilihat dari kelahiran hidup. Melihat kecenderungan beberapa tahun ini di Amerika Serikat, persentase keberhasilan siklus bayi tabung pun berbeda-beda. Biasanya, ia akan digolongkan sesuai range umur wanita. Apalagi, umur wanita juga sangat menentukan kualitas dan kuantitas sel telur.

Untuk wanita yang berusia 34 tahun dan di bawahnya, persentase kelahiran hidup sebesar 41%. Range kedua, berusia 35-37 tahun, dengan persentase 31%. Persentase semakin merosot lagi di usia 38-40 tahun karena hanya ada kemungkinan sebesar 22%. Range terakhir adalah usia 41-42 tahun, dengan persentase hanya 12%.

5. Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI)

Menurut data yang dikutip dari laman babycenter.com, perawatan kesuburan dengan injeksi satu sperma ke satu sel telur ini, sukses membuahi sekitar 50-80% sel telur. Setelah proses pembuahan, peluang memiliki bayi hampir sama seperti pasangan pengguna prosedur bayi tabung tanpa ICSI.

Bila dijabarkan, peluang sebesar 41% akan dialami oleh mereka yang berusia 34 tahun dan lebih muda dari itu. Peluang 31% dimiliki oleh mereka yang usianya antara 35-37 tahun. Sedangkan persentase sejumlah 22% dan 12% berlaku bagi mereka yang usianya 38-40 tahun dan 41-42 tahun.

6. Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT)

Dengan penyatuan sel telur dan sperma di laboratorium untuk pembuahan alami di tubuh, persentase sebesar 26,5% siklus GIFT menghasilkan satu bayi. Sedangkan tingkat kesuksesan siklus prosedur ini dalam kelahiran hidup, sama saja dengan prosedur perawatan program bayi tabung.

7. Zygote Intrafallopian Transfer (ZIFT)

Persentase siklus ZIFT dalam menghasilkan bayi yang lahir hidup, sama juga dengan persentase perawatan kesuburan program bayi tabung. Dan setiap siklusnya, ada persentase sebesar 26,5% untuk menghasilkan satu bayi.

8. Donor Sel Telur atau Embrio

Kesuksesan kelahiran anak dari prosedur donor sel telur atau embrio itu bermacam-macam. Semua tergantung dari kondisi saat pendonoran dilakukan. Dengan donor sel telur yang segar, peluang kelahiran akan mencapai 57%. Jika dengan embrio beku dari siklus donor sel telur sebelumnya, peluang yang terjadi kurang lebih 37%.

Lain lagi jika kasusnya dengan embrio dari donor telur yang dibekukan dan embrio donor beku. Embrio yang dibuat dari donor telur beku akan memberi peluang kelahiran anak sebesar 44%. Sedangkan, embrio donor yang dibekukan akan memberi persentase sebedar 36%.

9. Surogasi Kehamilan

Kesuksesan surogasi kehamilan dilihat dari angka kelahiran hidupnya, Pada studi kasus di Amerika, peluang kelahiran sebesar 50% akan terjadi jika pembawa kehamilan berusia 34 tahun atau di bawahnya. Yang berumur 35-37 tahun memiliki peluang sebesar 38%. Peluang semakin tipis lagi seiring bertambahnya usia. Misalnya, 28% untuk usia 38-40 tahun, 22% untuk usia 41-42 tahun, dan 11% untuk usia 43 tahun dan lebih.

Nah, sekarang bagaimana? Selain mengenal macam-macam perawatan kesuburan, efek sampingnya, beserta tingkat kesuksesannya, sudah tahu mau memilih yang mana? Pastikan pilihan Anda paling sesuai kasus dan kondisi reproduksi Anda, ya! Tetap semangat dan selamat merencanakan kehamilan!