Kontra ICSI yang Perlu Pasangan Suami Istri Diskusikan Sebelum Mencoba

Mendiskusikan kontra ICSI - via crnobelo.com

Mendiskusikan kontra ICSI – via crnobelo.com

Halo, calon ayah dan ibu! Seperti yang pernah tim Aku Ingin Hamil paparkan sebelumnya, Intracytoplasmic Sperm Injection atau ICSI adalah metode perawatan kesuburan yang digunakan bersama prosedur program bayi tabung (In Vitro Fertilisation). Prosedur ini sangat bermanfaat untuk pria dengan keluhan jumlah sperma sedikit, tidak ada sperma, atau bermasalah dalam ejakulasi.

Melihat manfaat dan peluang kesuksesan prosedur ini, pasangan infertil mana sih yang tidak tergoda? Tentu saja ICSI sangat menggiurkan. Tapi sebagaimana perawatan medis apapun, ada kontra ICSI atau efek samping tertentu. Anda dan istri ingin tahu agar dapat melakukan pertimbangan? Yuk, simak kelima poin berikut ini!

1. Lebih Memakan Biaya dan Waktu

Dalam prosedur bayi tabung (In Vitro Fertilisation), pembuahan sel telur memerlukan kerja laboratorium yang mahal. Di samping itu, pengobatan yang diambil bisa mencapai beberapa kali siklus. Seakan tak cukup, istri juga harus selalu dimonitor untuk melihat respon obat kesuburan pada tubuhnya. Monitoring ini dilakukan dengan kunjungan rutin ke dokter untuk tes darah dan USG.

Dengan adanya penambahan prosedur ICSI, otomatis kerja laboratorium juga semakin bertambah. Ini karena embriologis dilibatkan untuk menyuntikkan satu sperma ke satu sel telur. Di Amerika sendiri, penambahan prosedur ICSI dalam program bayi tabung, mengharuskan pasien menyiapkan biaya lagi sebesar 1.500 dolar.

2. Gangguan Genetik Bisa Diwariskan ke Anak

Pria yang menggunakan ICSI bisa saja memiliki gen yang mengakibatkan masalah kesuburan. Misalnya, jumlah sperma yang rendah atau kurangnya vas deferens. Jika ini adalah kasus Anda atau suami Anda, ada kemungkinan kasus ini diwariskan ke anak laki-laki Anda. Sehingga kelak, ia mungkin memiliki masalah kesuburan yang sama. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat berbicara dengan konselor genetik sebelum ICSI dilakukan.

Untuk pria yang tidak memiliki vas deferens, sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan genetik. Tidak hanya untuk sang pria, istri pun sama-sama disarankan mengikutinya. Dengan begitu, keduanya mengetahui apakah mereka membawa mutasi yang membuat keturunannya berpotensi memiliki kista fibrosis.

3. Potensi Komplikasi untuk Bayi

Jika dilihat sekilas, anak yang lahir dari prosedur ICSI tampak sama sehatnya dengan anak normal. Namun beberapa studi menunjukkan jika ICSI berpeluang meningkatkan cacat lahir tertentu. Misalnya, sindrom Angelman dan hipospadia. Namun, hasil penelitian ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Ini karena data yang didapat kurang mencukupi untuk menarik kesimpulan.

4. Resiko Kehamilan Berganda

Selama prosedur bayi tabung (dan juga ICSI) dilakukan, ada lebih dari satu embrio ditanamkan dalam uterus. Karenanya, peluang memiliki bayi kembar cukup terbuka lebar. Bahkan, persentasenya mencapai 20%. Pasangan suami istri yang mendapatkan kabar ini pasti akan gembira bukan kepalang dan menganggapnya anugerah.

Meski begitu, kehamilan ganda harus dijaga dengan benar. Kehamilan ganda bukannya tanpa resiko. Ada potensi keguguran dan komplikasi seperti persalinan prematur yang mungkin melanda.

5. Resiko Perawatan dengan Teknologi Tinggi Lainnya

Sejumlah resiko bisa muncul tiap kali teknologi reproduksi bantuan (Assisted Reproductive Technology atau ART) digunakan sebagai perawatan kesuburan. Berdasarkan data yang dikutip dari laman babycenter.com, 10-20% wanita yang mengambil gonadotropin mengembangkan bentuk ringan dari ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS).

OHSS adalah kondisi yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tiba-tiba, serta kembungnya perut. Hal ini terjadi ketika tubuh wanita merespon obat kesuburan terlalu baik. Jika OHSS terjadi, maka pengobatan pun dibatalkan oleh dokter.

Program bayi tabung yang mendasari prosedur ICSI, juga meningkatkan resiko kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah hamil di luar rahim. Misalnya, di tuba falopi. Jika embrio hingga di tuba falopi dan terus tumbuh menjadi bayi, tentu saja tuba falopi akan membengkak. Pembengkakan ini akan menimbulkan rasa sakit dan berujung pada pecahnya tuba falopi.

Di samping kehamilan ektopik, resiko prematur serta bayi lahir dengan berat badan rendah juga mungkin terjadi. Hingga kini, para peneliti belum menemukan alasan pasti tentang penyebabnya. Apakah itu karena perawatan kesuburannya atau karena penyebab masalah kesuburan, belum terdefinisi dengan jelas.

Kelima kontra ICSI di atas bisa saja terjadi pada setiap pasangan yang mencobanya. Namun jangan khawatir! Selama Anda dan dokter intens berkomunikasi, niscaya kontra ICSI tersebut hanyalah potensi kecil yang tidak akan terjadi. Pastikan juga kalau Anda mengunjungi klinik atau dokter terpercaya atas pengalaman, testimoni pasien, dan reputasinya. Selamat merencanakan kehamilan!