5 Masalah Seksual Pada Suami Istri yang Dapat Menggagalkan Keinginan untuk Memiliki Anak

5 Masalah Seksual Pada Suami Istri yang Dapat Menggagalkan Keinginan untuk Memiliki AnakHalo, calon ibu! Masih semangat mewujudkan keinginan memiliki anak bukan? Kali ini, tim akuinginhamil.com kembali hadir dengan topik penyebab masalah ketidaksuburan.

Tahukah Anda? Selain karena masalah kesehatan, Anda dan suami pun bisa tidak subur karena masalah seksual. Beberapa masalah seksual yang dapat menyebabkan ketidaksuburan ini bisa berkaitan dengan sejarah penggunaan alat kontrasepsi atau adanya penyakit menular seksual pada masing-masing pasangan.

Nah! Untuk tahu lebih lanjutnya, mari kita simak kelima poin berikut! Kelima hal ini patut Anda cermati sebab dapat menyebabkan Anda dan suami menjadi tidak subur dan sulit memiliki anak.

1. Penggunaan alat kontrol kehamilan

Bagi wanita, penggunaan alat kontrol kehamilan tertentu bisa memberikan efek samping. Misalnya alat intrauterin atau spiral. Alat ini dapat memberi peluang untuk penyakit radang panggul datang. Jika panggul Anda saja sudah sakit, kemungkinan berhubungan seksual pun tidak akan nyaman. Begitu juga penyakit ini mampu mempengaruhi kondisi rahim yang seharusnya siap huni untuk bayi.

Sedangkan untuk pria, perlu memberikan perhatian lebih jika masih menggunakan vasektomi. Sesungguhnya, penggunaan vasektomi lebih tepat dilakukan oleh mereka yang tidak ingin mempunyai anak lagi. Sayangnya, ada yang berubah pikiran dan ingin memiliki momongan setelah vasektomi dipasang. Otomatis, pria tersebut harus menjalani proses pembalikan agar sterilisasi tidak terjadi lagi.

Nah, prosedur pembalikan vasektomi ini yang tidak mudah. Sebab, ada kemungkinan tertinggalnya jaringan parut. Jaringan ini dapat mencegah sperma untuk diejakulasikan. Walaupun proses pembalikannya sedang berjalan sekalipun, tubuh Anda mampu mengambangkan antibodi sperma yang dapat membunuh atau menonaktifkan sperma itu sendiri.

2. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual memang nyata bahayanya. Pria yang pernah terdiagnosa positif akan infeksi ini, bisa menularkan chlamydia dan gonorrhea lewat hubungan seksual. Kedua macam infeksi tadi akan menyebabkan peradangan dan menghalangi tuba falopi. Organ reproduksi lainnya pun akan rentan terkena bahayanya juga. Misalnya, terkena penyakit radang panggul. Kalau sudah begini, baik suami maupun istri sudah pasti terbilang tidak subur lagi.

Chlamydia sendiri merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Orang yang mengalaminya terkadang tidak menyadari sebab tidak terdapat gejala apa-apa. Sebagian lagi menemukan gejala-gejala ringan seperti nanah, keputihan pada penis atau vagina, dan rasa sakit setiap buang air kecil.

Sedangkan, gonorrhea atau sering disebut kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri Neisseria gonorrheae. Ia menyebar lewat aliran darah ke bagian tubuh lain, termasuk kulit dan persendian. Pada wanita, penyakit ini menyebar juga pada saluran kelamin dan turut menyebabkan infeksi selaput pada bagian dalam panggul. Itulah mengapa timbul rasa nyeri pada panggul dan sistem reproduksi jadi terganggu.

3. Rasa sakit saat berhubungan seksual

Sakit yang terasa berlebihan saat melakukan hubungan seksual pada wanita patut diwaspadai. Selain membuat Anda enggan merencanakan kehamilan secara rutin, ia bisa mengindikasikan kalau istri mengidap tanda-tanda endometriosis (tumbuhnya jaringan endometrium dan perambatan pembuluh darah hingga menonjol keluar rahim). Jika tidak, kemungkinan ada adhesi panggul sebagai dampak dari penyakit radang panggul.

4. Bercak-bercak setelah berhubungan seksual

Pada wanita, bercak-bercak yang bermunculan setelah berhubungan seksual dapat berarti banyak hal. Ada yang berarti infeksi menular seksual rahim yang kondisinya kurang baik dan mengalami masalah, hingga masalah serviks seperti servisitis (peradangan pada serviks karena adanya infeksi), polip (pertumbuhan jaringan abnormal dalam rahim dan membentuk suatu benjolan), dan displasia (munculnya sel abnormal yang sangat mengganggu karena melapisi permukaan serviks).

5. Sulit ereksi

Coba amati suami saat berhubungan seksual. Adakah masalah-masalah seperti sulit ereksi, tidak bisa mempertahankan ereksi, dan problem ejakulasi terjadi? Jika iya, alangkah baiknya jika Anda dan suami segera mendatangi dokter spesialis kesuburan. Tanda-tanda tadi barangkali saja menunjukkan kalau suami Anda mengalami kesulitan atau kelainan seksual.

Dari kelima masalah di atas, apakah ada salah satu yang menjadi permasalahan kesuburan Anda dan suami? Lalu, tunggu apalagi? Segeralah beranjak dan kunjungi dokter spesialis kesuburan terdekat! Jika cepat menanganinya, yakinlah kalau problem kesuburan tak perlu lama-lama Anda rasakan. Memiliki bayi yang sehat pun dapat segera diusahakan sebelum waktu subur Anda habis.

Selamat melakukan pemeriksaan dan tetap semangat!