Mengenal 7 Penyebab Keguguran

Mengenal 7 Penyebab KeguguranTerdapat sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab keguguran terjadi. Pada umumnya, ada 7 penyebab wanita hamil mengalami pengalaman pahit keguguran.

Tentu saja, bagi mereka yang pernah mengalami keguguran ingin mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya keuguguran tersebut sehingga pada saat kehamilan selanjutnya kejadian ini tidak terulang lagi. Selain itu, informasi ini juga sangat penting terutama saat anda sedang dalam perencanaan kehamilan agar keguguran dapat dihindari.

Keguguran sering ditandai dengan nyeri atau kram yang sangat parah di bagian perut serta pendarahan dimana penanganan medis amatlah diperlukan.

Umumnya 80% kehamilan dapat terus berlanjut hingga proses melahirkan diperoleh dengan bayi yang sehat. Namun terjadinya keguguran sering muncul secara acak.

7 Penyebab Keguguran Yang Paling Sering Terjadi

Di bawah ini penyebab keguguran yang paling sering terjadi, baik tunggal maupun keguguran berulang:

1. Kelainan Kromosom

Sekitar 60% kasus ketidakcocokan dan kelainan kromosom ini menjadi penyebab keguguran. Keadaan ini terjadi akibat kerusakan pada sperma atau sel telur sehingga kromosom tidak dicetak secara sempurna. Akibatnya, terjadi kelainan kromosom saat embrio dihasilkan. Bagi wanita hamil yang telah 2 kali atau lebih mengalami keuguguran dianjurkan untuk dilakukan tes medis.

2. Rahim / Leher Rahim Lemah

Apabila bentuk rahim tidak normal maka embrio tidak dapat berkembang atau tidak memperoleh asupakan makanan yang membuatnya tidak dapat bertahan hidup. Sekitar 10% keguguran dipengaruhi oleh kelainan rahim tersebut. Sementara leher rahim lemah menyebabkan rahim tidak mampu menahan janin yang kian hari kian membesar, saat serviks melemah makan janin akan lebih rentan keguguran.

3. Masalah Sistem Kekebalan Tubuh (Imunologi)

Disebagian kasus, kadang tubuh wanita menganggap sperma sebagai sebuah benda asing, akibatnya sistem imun yang ada di dalam tubuh akan menyerang embrio yang telah dihasilkan.

4. Penyakit Yang Tidak Diobati

Diabetes maupun gangguan tiroid yang tidak diobati mengakibatkan lingkungan yang merugikan bagi rahim. Pada kondisi ini, embrio lebih sulit untuk hidup lebih lama dan bertahan hidup.

5. PCO (Polycystic Ovary Syndrome)

Wanita yang menderita PCO mempunyai kadar hormon testosteron yang sangat tinggi sehingga siklus menstruasi dan ovulasinya tidak teratur. PCO ini mengakibatkan resistensi insulin yang mencegahnya mendapatkan kematangan lapisan endometrium.

6. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri dapat meningkatkan peluang keguguran seperti ureaplasma urealyticum dan mycoplasma hominis yang hidup di dalam saluran orang reproduksi pria maupun perempuan sehat. Pada wanita, terjadinya infeksi bakteri ini megakibatkan endometrium (lapisan rahim) terjadi peradangan sehingga sulit bagi embrio untuk bertahan hidup dan berkembang.

7. Kebiasaan Buruk Merokok, Minum Alkohol, Narkoba Serta Pencemaran Lingkungan

Narkoba semisal zat nikotin dapat masuk ke dalam plasenta dan mengacaukan pertumbuhan serta suplai dari ke janin, wanita perokok memiliki resiko 2 kali lebih besar kemungkinannya untuk mengalami keguguran dibanding wanita yang tidak merokok.

Menenggak 2 minuman beralkohol setiap harinya mengakibatkan wanita sulit hamil bahkan keguguran, sementara bagi wanita yang beraktifitas di lingkungan tercemar seperti perternakan, laboratorium, dan kamar operasi memiliki resiko keguguran lebih besar walaupun alasan mengenai hal ini balum ditemukan.