Obat Kesuburan Pria: Cara Kerja dan Lama Pemakaiannya

Obat kesuburan pria - via studycheck.de

Obat kesuburan pria – via studycheck.de

Hai, calon ayah dan ibu! Obat kesuburan bukanlah barang yang asing dalam prosedur perawatan kesuburan. Obat ini biasa dilibatkan karena kemampuannya dalam merangsang hormon dan produksi sel telur. Maka, hormon akan merangsang folikel di rahim agar segera berkembang. Setelah sel telur matang, terjadilah pelepasan sel telur matang dari folikel tadi.

Namun, jangan salah kaprah! Obat kesuburan bukan hanya untuk wanita, lho! Nyatanya, pria dengan infertilitas juga membutuhkan obat kesuburan. Obat ini digunakan untuk merangsang hormon dan juga produksi sperma. Ingin tahu lebih detilnya? Mari kita simak penjelasannya berikut!

Kapan obat kesuburan pria perlu diambil?

Wanita perlu hormon seimbang demi rutinnya ovulasi. Tak jauh berbeda, pria juga perlu hormon seimbang untuk produksi sperma sehat dan membuahi sel telur. Kurang lebih 2% pria infertil punya kondisi yang disebut secondary hypogonadism (hipogonadisme sekunder). Kondisi ini hanya bisa disembuhkan dengan obat kesuburan.

Secondary hypogonadism terjadi ketika hipotalamus atau kelenjar pituitari tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, perubahan hormon mencegah produksi sperma dan testosteron yang normal. Pria yang kondisinya seperti ini, punya jumlah sperma yang rendah atau tidak ada sperma sama sekali.

Sedangkan pria dengan penyebab infertilitas lainnya, dapat merubah gaya hidup, melakukan pembedahan, atau menggunakan teknologi reproduksi bantuan (assisted reproductive technologies atau ART) untuk mendapatkan kehamilan.

Hormon yang mengontrol sistem reproduksi wanita dan pria itu sama. Maka, obat kesuburan yang merangsang ovulasi juga dapat digunakan untuk merangsang produksi sperma. Hanya saja, tidak semua obat kesuburan wanita bekerja baik untuk pria. Hanya ada beberapa jenis yang diterima untuk merawat infertilitas pria. Namun ada pula yang bisa diberikan kepada pria. Tentunya, ini dengan seijin dokter spesialis yang menangani dan mempertimbangkan kondisi serta kasus infertilitasnya.

Bagaimana obat kesuburan bekerja untuk pria?

Beberapa obat kesuburan wanita yang lazim diresepkan, seperti clomiphene citrate, human chorionic gonadotropin (hCG), dan human menopausal gonadotropin (hMG) digunakan untuk merawat pria yang mengidap secondary hypogonadism.

Clomiphene sendiri bekerja dengan membuat kelenjar pituitari menghasilkan hormon. Hormon tersebut yang akan menginstruksikan testis agar memproduksi testosteron dan sperma lebih banyak. Sedangkan hCG merangsang testis untuk memproduksi testosteron dan sperma. Agar maksimal, kadang kedua obat kesuburan tersebut juga digunakan berbarengan dengan ART.

Berapa lama pria perlu menggunakan obat kesuburan tadi?

Untuk perawatan clomiphene, pria perlu mengambil satu pil sebanyak tiga kali dalam seminggu. Setiap siklus perawatannya berjalan selama tiga sampai enam bulan. Namun selama level hormon tetap normal, clomiphene dapat diambil dalam dosis rendah selama dua tahun.

Beda lagi dengan gonadotropin. Melakukan perawatan hCG berarti mendapatkan dua hingga tiga injeksi dalam seminggu. Setiap siklus perawatannya berjalan hingga enam bulan. Jika setelah itu jumlah sperma tidak bertambah juga, dokter akan menyarankan penambahan injeksi hMG. Penambahan injeksi ini akan mengambil waktu sekitar satu sampai dua tahun, hingga hCG dan hMG mencapai efektivitas yang maksimal.

Kebanyakan dokter menyarankan perawatan ART jika kehamilan tak terjadi dalam 6-12 bulan setelah penampakan pertama sperma pada semen (air mani). Bahkan ketika sedang menggunakan perawatan ART, pria biasanya tetap menggunakan gonadotropin untuk melanjutkan produksi sperma.

 

Jika Anda atau suami Anda mengalami infertilitas, sebaiknya tak perlu mengundur waktu untuk menemui dokter. Barangkali, obat kesuburan pria dibutuhkan agar mimpi memiliki momongan bukan angan-angan lagi.

Harga obat kesuburan pria beragam, tergantung dari dosis dan mereknya. Namun, tetap pastikan Anda membeli obat kesuburan hanya dengan resep dokter. Patuhi dosis dan siklus perawatannya. Pasti momongan yang dinantikan akan segera hadir dalam gendongan!