Perawatan Kesuburan dan Sel Telur atau Embrio Donor

Sel telur atau embrio donor untuk atas infertilitas - via nikamed.com

Sel telur atau embrio donor untuk atas infertilitas – via nikamed.com

Perawatan kesuburan untuk pasangan infertil memiliki aneka ragam pilihan dan tujuan. Di antara beragam pilihan, ada perawatan yang manjur digunakan sendirian saja. Ada pula yang harus digabungkan dengan perawatan lain. Tujuannya tentu saja agar perawatan kesuburan berlangsung maksimal dan menciptakan kehamilan.

Sebut saja, perawatan kesuburan sel telur atau embrio donor. Perawatan ini tidak sering berjalan dengan program bayi tabung (In Vitro Fertilisation). Lalu, bagaimanakah mereka bekerja? Simak informasi yang dikutip dari laman babycenter.com berikut ini!

Bagaimana Perawatan Kesuburan Bekerja dengan Embrio atau Telur Donor Beku?

Perawatan kesuburan dengan sel telur atau embrio yang dibekukan, sebenarnya sama saja dengan yang segar. Namun, ada beberapa hal yang membedakan. Misalnya, tidak ada sinkronisasi dan dalam hal pencairan, pembuahan, dan transfernya.

1.Tidak Ada Sinkronisasi Siklus Ovulasi

Jika wanita menerima sel telur atau embrio donor yang beku, ia akan mengambil obat kesuburan yang sama dengan prosedur yang melibatkan sel telur atau embrio donor segar. Hanya saja, waktu pengobatan lebih fleksibel karena sinkronisasi siklus reproduksi dengan pendonor tidak diperlukan. (Baca juga tentang obat kesuburan yang herbal, alami, dan manjur untuk kehamilan di sini.)

Pertama-tama wanita sebagai peminat sel telur atau embrio donor mengambil pil KB dan pengobatan untuk menekan ovulasi. Kemudian diikuti oleh estrogen dan progesteron. Beberapa minggu kemudian, dokter memeriksa lapisan rahim. Ia akan melihat apakah kondisi rahim sudah siap untuk sembilan bulan kehamilan.

2.Pencairan, Pembuahan, dan Transfer Sel Telur atau Embrio

Pada bagian ini, telur donor beku akan dicairkan. Kemudian, pembuahan terjadi dengan sperma suami atau sperma dari pendonor pria. Tiga hingga lima hari kemudian, dokter akan menanamkan satu atau dua embrio ke rahim.

Berbeda lagi dengan embrio donor yang dibekukan. Ia baru dicairkan dan ditransfer setelah empat minggu pengobatan berjalan. Jumlah embrio donor yang ditransfer sebanyak satu sampai lima, tergantung usia pendonor wanita saat embrio tercipta.

Berapa Lama Perawatan Kesuburan dengan Sel Telur atau Telur Donor Berlangsung?

Setidaknya, perlu empat hingga enam minggu untuk melengkapi siklus bayi tabung dengan telur donor segar. Pendonor sendiri perlu menghabiskan waktu selama beberapa jam di klinik agar sel telurnya bisa diambil. Beberapa hari selanjutnya, embrio bisa ditanamkan di rahim. Proses penanaman atau transfer embrio ini tidak akan lama. Penerima embrio bisa langsung pulang di hari yang sama saat embrio ditanamkan ke rahim.

Jika yang digunakan adalah sel telur atau embrio donor, seluruh siklus perawatan akan memakan waktu enam minggu. Ini karena penerima donor harus mengambil obat, seperti estrogen dan progesteron. Lamanya pengambilan obat tersebut kurang lebih empat minggu sebelum embrio ditransferkan ke rahim.

3 Keuntungan Menggunakan Sel Telur atau Embrio Donor

Meskipun donor sel telur dan embrio masih cukup kontroversial, prosesnya lama, dan membutuhkan kelengkapan hukum yang rumit, beberapa pasangan di Amerika Serikat merasakan beberapa manfaatnya. Setidaknya, ketiga keuntungan inilah yang dirasakan setelah donor sel telur atau embrio dilaksanakan.

1. Kesuksesan program bayi tabung dengan sel telur donor bisa dua hingga tiga kali lebih tinggi daripada bayi tabung biasa pada wanita usia di atas 40 tahun. Ini karena sel telur donor diambil dari wanita yang masih muda dan subur.

2. Menggunakan sel telur maupun embrio donor yang dibekukan, dipandang lebih efektif khususnya dari segi biaya. Jika dibandingkan dengan prosedur bayi tabung yang standar, tentu saja lebih murah dan hasilnya lebih memuaskan. Biaya untuk pengobatan penginduksi ovulasi atau prosedur pengambilan sel telur bisa dibilang sangat mahal.

Selain itu, akan lebih banyak fleksibilitas dalam memutuskan waktu pengobatan dimulai. Ini karena tidak ada sinkronisasi periode ovulasi antara penerima dan pendonor.

3. Beberapa wanita yang usianya 50-54 tahun, punya waktu untuk mempertimbangkan calon pendonor, jika wanita tersebut sehat dan siap mengasuh anak.

Itulah cara kerja sel telur atau embrio donor dengan perawatan kesuburan, khususnya program bayi tabung. Jika Anda ingin mencoba metode perawatan kesuburan ini, persiapkan diri sebaik mungkin. Metode semacam ini tersedia di beberapa negara maju, dengan proses legal yang cukup ketat, dan biaya yang tinggi. Karena itu, diskusi matang dengan pasangan wajib dilakoni.