Untuk Pria: Cepat Hamil dengan 9 Program Perbaiki Hasrat Seksual

Perbaiki hasrat seksual - via womannow.gr

Perbaiki hasrat seksual – via womannow.gr

Tidak dipungkiri, hasrat seksual adalah faktor pendukung rencana kehamilan. Ini karena hasrat seksual mengawali terjadinya hubungan seksual dan kemudian pembuahan sel telur oleh sperma.

Namun hasrat seksual bisa menurun, apalagi bila mereka tak kunjung mendapatkan momongan. Jika Anda dan istri mengalaminya, alangkah baiknya Anda mengikuti sembilan program perbaiki hasrat seksual untuk kehamilan berikut ini!

1. Lihatlah kejenuhan berhubungan sebagai masalah bersama

Jika hasrat seksual menurun pada masa perencanaan kehamilan, janganlah menyalahkan satu sama lain. Ini bukan kesalahan suami, bukan juga kesalahan istri. Ini adalah masalah mutual. Menurut terapis seks, Barry McCarthy, Ph. D., kedua pasangan harus sepakat bahwa masalah ini harus diatasi bersama. Sebab pemikiran yang berbeda walaupun sepele, akan membuat masalah tak kunjung usai.

(Baca Juga: Agar Tidak Jenuh Berhubungan, Lakukan Pijatan Ini dengan Suami Anda)

2. Jauhi penyebab fisik turunnya hasrat seksual

Turunnya hasrat seksual dapat disebabkan oleh faktor biologis. Misalnya, istri sudah pernah melahirkan dan kini ia berperan menjadi ibu. Fisiknya tidak sanggup lagi untuk berhubungan gara-gara perhatiannya lebih banyak tercurah ke anak. Timbulnya stres, lelah, serta komplikasi pasca operasi persalinan juga dapat mempengaruhi hasrat seksual.

Cek juga apakah istri mengidap penyakit metabolis dan kronis. Misalnya diabetes melitus, hiperkolesterol, hipertensi, menopause, dan kelainan genetik. Menurut Arief Adimoelja, M.D., M.Sc., Ph.D. (ahli andrologi dan kesehatan reproduksi RS Dr. Ramelan, Surabaya), semuanya bisa menurunkan hasrat seksual wanita.

Masih menurut Arief, efek samping obat (seperti anti depresi) juga bisa mempengaruhi hasrat wanita. Jika obat ini dipakai dalam periode yang panjang atau dosisnya sangat tinggi, keseimbangan produksi hormon seks jadi tidak tercapai.

Sedangkan pada pria, hilangnya hasrat seksual dapat disebabkan oleh kurangnya percaya diri pada penampilan, kelelahan, alkohol, stres karena beban pekerjaan, atau sedang dalam masa pengobatan tertentu. Namun, mayoritas pakar seksualitas percaya kalau turunnya hasrat seksual pria karena turunnya produksi hormon androgen (khususnya testosteron). Cobalah gali lebih dalam penyebabnya dengan konsultasi dokter.

(Baca Juga: 10 Langkah Sederhana Menjaga Emosi Agar Segera Mendapatkan Momongan)

3. Atasi faktor psikologis

Turunnya hasrat seksual tak cuma perkara fisik atau biologis saja. Faktor psikologis dapat juga mempengaruhi. Pemicu faktor psikologis biasanya berasal dari masalah lingkungan, hilangnya ketertarikan pada pasangan, campur tangan kerabat keluarga dalam masalah rumah tangga, dan masalah ekonomi.

Jika faktor psikologis yang melatarbelakangi turunnya hasrat seksual, cobalah ambil waktu sejenak. Biarkan diri Anda dan istri untuk tidak berhubungan dahulu. Dengan ini, pikiran-pikiran yang membebani bisa dilepaskan sebelum berhubungan kembali. Saling bersikap santai dan terbuka pada pasangan pun sangat dianjurkan agar masalah cepat ditangani.

(Baca Juga: Hati-Hati! Vaginismus Gagalkan Rencana Memiliki Momongan)

4. Rancang kencan romantis

Begitu hasrat menurun, rancang hari spesial untuk berkencan. Sebelum berkencan, ingatlah untuk tidak makan banyak-banyak. Dengan begitu, aliran darah ke organ reproduksi lancar. Hasrat seksual tumbuh dan nantinya Anda pun tetap prima saat berhubungan.

(Baca Juga: Yuk, Berlibur Agar Segera Memiliki Momongan!)

5. Buat jadwal untuk berhubungan

Setelah kencan romantis berhasil, buatlah jadwal berhubungan secara rutin. Prioritaskan jadwal pada masa subur wanita agar peluang kehamilan lebih besar. Penelitian terbaru menunjukkan kalau hasrat seksual tidak selalu diawali dengan rangsangan. Namun begitu pasangan suami istri rutin berhubungan, mereka juga menikmatinya.

(Baca Juga: 5 Tanda-Tanda Masa Subur Wanita)

6. Tetap berkomunikasi satu sama lain

Agar hasrat seksual tetap ada, jangan lupakan komunikasi. Menurut Michele Weiner-Davis (penulis “The Sex-Starved Marriage”), komunikasi 15 menit per hari akan menumbuhkan hasrat seksual lagi. Apapun topiknya, yang penting Anda dan pasangan dapat berbicara, menyentuh, dan menunjukkan perhatian.

(Baca Juga: Menjaga Hubungan dengan Suami Selama Rencana Kehamilan)

7. Jadikan hubungan seksual sebagai prioritas utama

Tanamkan pola pikir “Seks lebih penting daripada karir”! Karir Anda bisa naik dan turun, tapi hubungan dengan istri haruslah tetap hangat. Menurut Daniel Stein, M.D. (direktur medis “Foundation of Intimacy” di Tampa), semakin lama Anda tidak berhubungan, maka semakin sulit juga untuk memulainya lagi. Bahkan pria bisa mengalami masalah ereksi jika terlalu lama tidak berhubungan.

(Baca Juga: 5 Kerugian yang Anda Alami Jika Hamil di Usia 40’an)

8. Lakukan inovasi agar tidak terjadi kebosanan

Anda dan istri bisa melakukan terobosan-terobosan baru agar berhubungan tidak monoton dan lebih berseni. Misalnya merubah lokasi berhubungan, posisi seksual, mendekor kembali kamar tidur, mengubah waktunya, atau mengambil celah waktu saat jam istirahat kantor. Bisa juga mencoba alat atau media tertentu agar berhubungan terasa penuh sensasi. Apapun itu, yang penting Anda bersemangat untuk meneruskan rencana kehamilan!

(Baca Juga: Posisi Seks Agar Cepat Hamil – 2 Posisi Seks Terbaik Biar Cepat Hamil)

9. Semuanya gagal? Buat janji dengan terapis atau dokter!

Anda dan istri telah menjalani kedelapan program di atas, tapi tetap jenuh berhubungan? Jangan biarkan hal ini berkepanjangan, kecuali Anda tak ingin punya momongan lagi. Buatlah kesepakatan dengan istri untuk menemui terapis seks atau dokter ahli. Datanglah bersama-sama agar masalah dapat diselesaikan secara bersama dan jelas.

(Baca Juga: 9 Riwayat Kesehatan yang Mampu Mempengaruhi Kesuburan Pria)

Calon ayah, apakah Anda sudah siap menjalankan program di atas? Selamat mencoba dan semoga segera mendapatkan momongan, ya!

(Baca Juga: Daftar Vitamin Penting Untuk Kesuburan Pria)