Waspadai Adanya Bercak Darah di Luar Menstruasi!

Waspadai Adanya Bercak Darah di Luar Menstruasi!

Image credit : obatpenyakit.co.id

Halo, calon ibu! Selama Anda merencanakan kehamilan, pernahkah Anda menemukan bercak darah yang terjadi di luar menstruasi? Sama seperti bercak darah yang keluar dari kulit manusia, bercak darah yang tiba-tiba keluar dari vagina Anda bisa menunjukkan banyak arti. Bercak ini bisa berarti terjadi luka, lecet, bengkak, rasa sakit, atau pertanda lainnya.

Oleh karenanya, waspadai jika Anda kerap menemui gejala ini. Mungkin saja, memang ada pertanda tadi atau malah potensi penyakit yang bisa mengurangi kadar kesuburan Anda. Jika Anda masih tidak percaya, mari kita simak tiga poin berikut yang biasanya menjadi penyebab adanya bercak darah di luar masa menstruasi.

1. Chlamydia

Chlamydia atau dalam bahasa Indonesianya biasa di sebut klamidia, merupakan infeksi menular seksual yang biasa dialami wanita di bawah usia 25 tahun. Penyakit ini ditularkan oleh bakteri lewat hubungan seksual dengan pasangan Anda. Gejalanya cukup ringan, yaitu rasa tidak nyaman di bagian bawah perut dan bercak darah terutama setelah melakukan hubungan seksual. Tapi, ada juga yang merasakan nyeri saat buang air kecil.

Meski gejala ringan, jangan pernah anggap remeh keberadaannya. Sebab jika dibiarkan, ia bisa menyebabkan radang panggul dan mengganggu kerja tuba falopi. Kalau sudah begitu, Anda akan merasa lebih susah memiliki momongan. Maka, segeralah ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dengan swab serviks dan pengobatan yang biasanya dengan antibiotik sesuai resep dokter..

2. Radang panggul

Penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual ini, dapat membuat tuba falopi terblokir atau menempel pada organ reproduksi lainnya. Akibatnya, kesempatan hamil Anda semakin berkurang dan kemandulan bisa saja terjadi.

Di sisi lain, radang panggul sangat memungkinkan terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan di luar janin). Kondisi ini dapat membuat embrio tumbuh pada tuba falopi. Seiring pertumbuhan janin, tuba falopi akan membengkak. Harus dioperasi sebelum Anda merasakan sakit yang luar biasa dan tuba falopi pecah.

Radang panggul ini dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Karena namanya antibiotik, maka diharapkan anda mematuhi saran dari dokter. Sebab jika aturan darinya tidak dipatuhi, bakteri bisa kebal dan penyakit Anda malah tak kunjung sembuh.

3. Kanker ovarium

Meskipun bercak darah di luar menstruasi yang disebabkan oleh kanker ovarium jarang terjadi pada wanita muda, bukan berarti Anda bisa lengah. Kanker ovarium lebih rentan terjadi tiga kali lipat pada mereka yang belum memiliki anak dibandingkan yang sudah memilik anak.

Jika Anda memeriksakan gejala bercak darah ini pada dokter, biasanya dokter akan melakukan diagnosa dengan sedikit operasi untuk menyelidiki ovarium. Jika memang terdeteksi adanya kanker, maka jaringan yang bersifat ganas di sekitar tumbuhnya kanker harus segera diangkat sebelum menyebar luas. Jika tidak, ia akan cepat menyebar ke jaringan-jaringan lainnya yang saat itu masih sehat.

Ternyata, mengerikan juga bahaya-bahaya yang mungkin muncul di balik penyebab bercak darah di luar masa menstruasi, bukan? Jika sudah begini, siapa yang tidak tergerak memeriksakan diri ke dokter kesuburan? Demi kesuburan yang optimal dan cita-cita memiliki momongan yang sehat, yuk segera periksakan gejala bercak darah Anda ke dokter kesuburan! Tetap semangat merencanakan kehamilan, ya calon ibu!